Salak Sibetan Peroleh Sertifikat Indikasi Geografis, Bupati Dana Pacu Nilai Ekonomis

  • Whatsapp
BUPATI Karangasem, I Gede Dana, Sabtu (30/10/2021), menyerahkan SIG tersebut kepada Kelompok MPIG Salak Sibetan, di wantilan Pura Bale Agung Desa Sibetan. Foto: ist

KARANGASEM – Kabupaten Karangasem memiliki berbagai potensi alam yang khas dan bisa dikembangkan untuk memberikan nilai ekonomis yang cukup tinggi bagi masyarakat. Antara lain salak nangka dan salak gula pasir, yang hanya bisa ditemui di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Saat ini salak hasil panen agrowisata di Desa Sibetan, yang lebih dikenal sebagai salak sibetan ini, sudah menjadi salah satu Produk Indikasi Geografis yang, secara hukum, sudah dipatenkan dan mendapat Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dari Kementerian Hukum dan HAM. Artinya, secara geografis, salak atau agrowisata/perkebunan salak di Sibetan menjadi salah satu ikon Karangasem.

Bacaan Lainnya

Dengan tersertifikasinya salak sibetan sebagai indikasi geografis Karangasem, warga di Sibetan juga membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) untuk ikut menjaga kelestarian varietas salak nangka, salak porong dan salak gula pasir yang sangat terkenal itu. Pun menjaga agar lahan perkebunan salak tidak beralih fungsi menjadi lahan persawahan atau perkebunan lain.

SIG Salak Sibetan ini mendapat apresiasi dan atensi Bupati Karangasem, I Gede Dana. Sabtu (30/10/2021). Dia menyerahkan SIG tersebut kepada Kelompok MPIG Salak Sibetan, di wantilan Pura Bale Agung Desa Sibetan.

Dana menyampaikan, berdasarkan UU Nomor 20/2016, indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan atau produk, yang karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberi reputasi kualitas dan karakteristik tertentu pada barang dan atau produk yang dihasilkan.

Baca juga :  Update Covid-19 di Bali: Sembuh 54, Positif Baru 63, Meninggal Bertambah 1 Orang

“Untuk memperoleh SIG ini perlu dukungan waktu, administrasi, anggaran dari semua pihak, baik desa adat, tokoh masyarakat dan kelompok petani lainnya,” ucapnya.

Selaku pemerintah daerah, dia sangat mengapresiasi dan bangga dengan masyarakat Desa Sibetan, terutama Ketua MPIG, Ida Bagus Putu Adnyana, yang membantu administrasi dan anggaran. Berkat itu, semua tahapan dilalui dan tanggal 13 Mei 2020 sudah didaftarkan di Kemenkumham RI, meski sertifikat baru diserahkan tahun 2021 karena situasi pandemi.

Dengan diterimanya SIG, urainya, desa mendapat perlindungan hukum oleh negara, sehingga dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat. Selain itu juga dapat melestarikan keindahan alam, pengetahuan tradisional, serta sumber daya hayati yang tentu berdampak terhadap pengembangan agrowisata di Sibetan. “Semoga hal ini akan menjadi peluang pengembangan Desa Sibetan di segala bidang,” sebutnya didampingi Plt Kadisperindag Karangasem, I Gede Loka Santika.

Menghadapi situasi pasar bebas dan persaingan global, dia berkata perlu pemahaman terhadap ketentuan yang berkaitan dengan mekanisme perdagangan global. Ini sangat perlu dipahami, dan para Industri Kecil Menengah (IKM) dituntut menerapkan ketentuan yang berkaitan dengan Hak Kekayaan Intelektual berupa merk, logo, dan indikasi geografis,” ulasnya.

Yang tidak kalah penting, sambungnya, adalah kemampuan mengambil keputusan tepat, melakukan inovasi produk dan teknologi, serta membuka jaringan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Salah satu bentuk mekanisme yang harus dipahami menghadapi globalisasi adalah pemahaman tentang Indikasi Geografis (IG).

Baca juga :  BOR Dua RS di Bangli Nyaris Penuh Pasien Covid-19

Indikasi Geografis Salak Sibetan, katanya, merupakan tanda berbentuk label dan logo, yang merupakan jaminan kualitas produk khas yang dihasilkan oleh wilayah tertentu, serta sistem sosial budaya dan kearifan lokal masyarakat dalam memperoleh produk khas. Kekhasan tersebut tidak dapat diperoleh di daerah lain, karena pengaruh tanah, air, iklim, sistem budaya, sistem pengolahan dan lain-lain.

Manfaat Indikasi Geografis, jelasnya, sebagai jaminan kualitas produsen untuk konsumen. Dengan begitu kepuasan konsumen tinggi, permintaan bertambah, harga meningkat, pendapatan produsen meningkat dan kesejahteraan produsen meningkat.

Hadir dalam penyerahan SIG tersebut, Kakanwil Kemenkumham Bali, seluruh OPD di lingkungan Pemkab Karangasem, Perbekel Sibetan, dan anggota MPIG Desa Sibetan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.