Komunitas Babe “Kawal” Banda Bersih Sampah Palstik

  • Whatsapp
KOMUNITAS Babe menyediakan tempat pembuangan sampah plastik. Foto: adi

GIANYAR – Meningkatkan kesadaran masyarakat memilah sampah plastik dilakukan, berbagai komunitas bermunculan, salah satunya Komunitas Banda Bersih (Babe). Komunitas yang terdiri dari anak muda dan orang tua peduli lingkungan ini akan mengawal Desa Adat Banda bebas dari sampah plastik.

Ketua Komunitas Babe, Ketut Suwardita Lengkong, mengatakan, Minggu (31/10/2021), menyadarkan masyatakat agar tidak membuang sampah plastik dilakukan dengan berbagai program. Antara lain plastic exchange (menukar plastik) yang rutin dilakukan.

Bacaan Lainnya

Setiap pelaksanaan plastic exchange, sekira dua ton sampah plastik, baik yang bisa maupun tidak bisa didaur ulang, dikumpulkan. “Plastic Exchange, penukaran beras dengan sampah plastic, rutin kami lakukan,” ujarnya.

Lebih jauh diutarakan, plastic exchange sangat membantu warga, karena saling menguntungkan. Selain dari komunitas, kegiatan juga menggandeng Sekaa Teruna Dwi Eka Mandala. Kata dia, warga sangat terbantu dengan program. Malah ada warga tidak mampu, selain bekerja, juga rutin memunguti sampah plastik yang tersangkut di selokan, karena nanti akan ditukar dengan beras.

Selain itu, menjelang Galungan ini, kata Lengkong, komunitas Babe juga membuat tempat sampah khusus sampah plastik untuk ditempatkan di sejumlah pura.

“Kalau hari raya, biasanya banyak plastik dupa, plastik tempat bunga dan lainya. Diharapkan setelah disediakan tempat sampah ini, warga nanti sadar menjaga pura dari sampah plastik,” lugasnya.

Baca juga :  Made Urip Bekali Kader PDIP Pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, Instruksikan Jaga Soliditas Partai

Keberadaan Komunitas Babe juga untuk mendukung Desa Saba, khususnya Desa Adat Banda sebagai desa wisata. Apalagi Desa Saba, khususnya Banda, akan menuju desa wisata.

Jadi, terangnya, dalam Sapta Pesona, ada salah satunya keasrian lingkungan. Selain penataan, minimal sampah plastik bisa diminimalisir dan bisa dikelola.

Warga setempat, Etong Sanjay, mendaku “perang” terhadap sampah plastik telah dilakukan sejak empat tahun lalu. Setiap hari tertentu atau perayaan tertentu yang dibuat oleh sekaa teruna, selalu mengajak anak-anak SD untuk memungut sampah plastik.

“Ini sangat luar biasa, dulu hanya dilakukan pada hari-hari tertentu saja, kalau sekarang sudah bisa membentuk komunitas. Artinya, kesadaran masyarakat meningkat,” ujarnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.