Tanpa Identitas, Delapan PSK Dipulangkan ke Daerah Asal

  • Whatsapp
PEMULANGAN delapan PSK oleh Tim Yustisi Kota Denpasar, Senin (26/10/2020). Foto: ist
PEMULANGAN delapan PSK oleh Tim Yustisi Kota Denpasar, Senin (26/10/2020). foto: ist

DENPASAR – Tim Yustisi Kota Denpasar memulangkan delapan orang pekerja seks komersial (PSK) yang ditertibkan di Jalan Bung Tomo, Pemecutan Kaja, pada Sabtu (24/10/2020) lalu. Dari hasil pemeriksaan, delapan orang tersebut ternyata tak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan tetap. 

“Untuk menciptakan ketentraman dan kenyaman di masa pandemi Covid-19, maka delapan orang tersebut dipulangkan ke daerah asalnya,”  kata Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, Senin (26/10/2020).

Bacaan Lainnya

Selain memulang PSK, pada Senin (26/10/2020), Tim Gabungan Yustisi Kota Denpasar yang terdiri dari Satpol PP, Dishub, TNI, Polri bersama Tim Penegakan  Peraturan Daerah Kota Denpasar juga tetap melanjutkan operasi penertiban disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (prokes). Kegiatan kali ini digelar di Desa Peguyangan Kangin.

Dewa Sayoga menjelaskan, operasi prokes kali ini dilaksanakan di wilayah Desa Peguyangan Kangin mengingat di wilayah tersebut kasus positif Covid-19 cukup tinggi. “Kami setiap melakukan kegiatan selalu digelar di wilayah zona oranye atau penderita Covid-19 yang cukup banyak. “Penegakan perda kami selalu gelar agar masyarakat memahami bahwa sangat penting mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Dalam operasi tersebut, tim yustisi menjaring 22 orang, dari jumlah itu 21 orang tidak menggunakan masker dan 1 orang menggunakan, tapi tidak benar. Sesuai Peraturan Gubernur Bali, maka 21 orang yang tidak menggunakan masker langsung didenda sebesar Rp100 ribu.

Baca juga :  Gubernur NTB Minta Masukan Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa Soal UU Cipta Kerja

Satu orang lagi yang menggunakan masker tapi tidak pada tempatnya hanya diberikan pembinaan.  “Dengan terus diberikan sanksi bagi yang melanggar diharapkan masyarakat tidak akan ada yang melanggar lagi, sehingga penularan virus Covid-19 bisa diputus mata rantainya,” pungkas Dewa Sayoga. 026

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.