Taman Puspem Tegalalang Dipenuhi Tumbuhan Liar

TUMBUHAN liar memenuhi taman Puspem Tegalalang. Foto: adi

GIANYAR – Taman di Puspem Tegalalang terlihat kurang mendapat sentuhan perawatan. Taman yang baru ditata setahun lalu itu kini berubah jadi semacam hutan semak. Sialnya, kawasan ini menjadi pintu masuk objek wisata Ceking, Tegallalang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (24/3/2022) kawasan Puspem Kecamatan Tegallalang terlihat kurang nyaman dilihat. Kondisi taman yang sebelumnya mempercantik kawasan dengan tanaman bunga, sekarang tidak kelihatan lagi karena diselimuti semak dan tanaman liar lainnya.

Bacaan Lainnya

Menurut salah seorang warga, I Wayan Pasek, taman itu seharusnya menambah keindahan, bukan malah merusak pemandangan. Taman itu mencolok karena berlokasi di Jalan Raya Tegallalang, seberang perkantoran Camat, Puskesmas serta Koramil.

Kondisinya tidak dirawat, sehingga beberapa bagian dinding taman juga tertutup rumput liar. “Kalau dirawat, taman ini sebenarnya sangat indah. Tapi sekarang kondisinya merusak pemandangan, padahal lokasinya di dekat objek wisata,” sesalnya.

Setelah dibangun setahun lalu, dia berujar sempat ada pemotongan tanaman hanya sekali. Entah pihak mana yang bertugas untuk merawat, yang jelas tidak lembaga terkait ikut menangani, baik desa maupun lembaga pemerintahan di kawasan itu. Jika anggaran perawatan dipakai alasan membiarkan kondisi sekarang, dia menilai tidak masuk akal.

Baca juga :  Denpasar Gelar Sosialisasi Stunting bagi Kader Posyandu

“Cukup kreativitas pegawainya, kalau dirawat rutin saat hari Jumat misalnya kan cukup. Bandingkan jauh-jauh datang ke pantai, melaksanakan bersih-bersih sampah dan pegawai wajib hadir karena diabsensi,” sindirnya.

Bupati Gianyar, I Made Mahayastra yang ditemui usai sidang paripurna DPRD Gianyar, mengakui kondisi itu. Dia mendaku laporan terkait adanya sejumlah taman, khususnya di kecamatan dan perdesaan, sudah diterima dan dievaluasi dengan minta penjelasan Dinas Lingkungan Hidup.

Dalam hal ini, ternyata konsep pemeliharaannya diampu masing-masing desa. Taman-taman itu hibah pariwisata yang dibangun di sejumlah desa wisata, dan perawatannya dianggarkan dari APBDes.

Bupati juga mengklaim sering minta perbekel memperhatikan itu, baik melalui chat pribadi maupun melalui grup WA. “Kami sudah turunkan surat edarannya. Kan tidak mungkin kita bebankan APBD yang sangat terbatas, kita bebankan lagi untuk perawatan taman-taman di kecamatan dan di desa-desa,” lugasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.