UMKM Sentra Sukla Satya Graha Disegel, Dua Tahun Buka Tanpa Izin

ANGGOTA gabungan Satpol PP Gianyar bersama TNI dan Polri menyegel Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sentra Sukla Satyagraha di Jalan Astina Utara Gianyar, Kamis (24/3/2022). Foto: ist

GIANYAR – Puluhan anggota gabungan Satpol PP Gianyar bersama TNI dan Polri menyegel Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sentra Sukla Satyagraha di Jalan Astina Utara Gianyar, Kamis (24/3/2022). Penyegelan dilakukan lantaran tempat usaha ini belum mengantongi izin.

Penyegelan tersebut tertuang dalam surat perintah Bupati Gianyar Nomor 300/1321/POL.PP/2022 yang menginstruksikan penyegelan terhadap kegiatan operasional UMKM Sentra Sukla.

Bacaan Lainnya

Penyegelan dilakukan karena tidak sesuai dengan ketentuan pasal 2 ayat (4) dan pasal 3 pada Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No. 1 Tahun 2021, tentang penataan dan pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan, sehingga tidak memiliki izin namun telah melaksanakan kegiatan operasional.

Juga diperkuat dengan Keputusan Bupati Gianyar Nomor 454/E-09/HK/2022 dengan pertimbangan UMKM Sentra Sukla Satyagraha belum memiliki izin dan dua ditegur Satpol PP. Pertama pada tanggal 1 Maret, dan pada tanggal 8 Maret lalu.

Plt. Asisten Administrasi Umum Kabupaten Gianyar, I Dewa Gede Alit Mudiarta, selaku koordinator penertiban, mengatakan, alasan utama penutupan adalah belum memiliki perizinan.

”Ini sudah beroperasi kurang lebih selama dua tahun dalam masa pandemi. Kami sudah arahkan mengurus perizinan, dia memang sudah mengurus perizinan, tapi cuma sekali saja. Kami berikan persyaratan bagaimana untuk mendirikan pasar, tapi sampai saat ini belum ada datang kembali,” tegasnya.

Baca juga :  Ida Ayu Ratih Herawati : Perempuan Harus Kreatif di Tengah Pandemi

Lebih lanjut dikatakannya, Dinas Perizinan tidak pernah mempersulit masyarakat atau siapapun yang mengurus perizinan atau berinvestasi di Kabupaten Gianyar. Dia berujar awalnya Bupati Mahayastra, sejak tahun 2019, memberi kelonggaran bagi pedagang di Pasar Rakyat Gianyar untuk menggunakan fasum selama relokasi pasar dilakukan.

Namun, sejak 8 Februari 2022, Pasar rakyat Gianyar mulai beroperasi. “Sejak Pasar Rakyat Gianyar dibuka, kami melakukan sosialisasi setiap pagi agar pedagang yang memiliki tempat kembali berjualan di Pasar Gianyar, tidak menggunakan fasum,” jelasnya.

Bagi pedagang yang belum memiliki tempat di Pasar Rakyat Gianyar, dia mengarahkan untuk berjualan di Pasar Blahbatuh dan Pasar Semabaung ataupun pasar desa lainnya, baik di Pasar Desa Abianbase, Bitra ataupun Pasar Desa Beng.

Dia menyilakan mendaftar dengan pengajuan yang benar. “Kalau Pasar Semebaung dan Blahbatuh ke Disperindag, kalua pasar desa ke desa adat setempat,” pungkasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.