Siswa SDN 2 Abang “Ngayah Baleganjur”, Pengetahuan Gamelan Berperang Penting Terhadap Anak Usia Dini

SEKAA gong baleganjur siswa SD Negeri 2 Abang di Dusun Waliang, Desa Abang, Karangasem tampil dalam serangkaian ngayah saat piodalan aci Usaba Kapat di Pura Banjar Waliyang, Jumat (29/9/2023). Foto: ist
SEKAA gong baleganjur siswa SD Negeri 2 Abang di Dusun Waliang, Desa Abang, Karangasem tampil dalam serangkaian ngayah saat piodalan aci Usaba Kapat di Pura Banjar Waliyang, Jumat (29/9/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, KARANGASEM – Sekaa gong baleganjur siswa SD Negeri 2 Abang di Dusun Waliang, Desa Abang, Karangasem tampil dalam serangkaian ngayah saat piodalan aci Usaba Kapat di Pura Banjar Waliyang. Ngayah baleganjur salah satu aspirasi SDN 2 Abang upaya ada peningkatan daya kreativitas kesenian siswa, guna mempertahankan tradisi budaya, kususnya di bidang kesenian gamelan.

Kepala SDN 2 Abang, I Ketut Kesnajaya, mengatakan, ngayah mabaleganjur siswanya memang direncanakan. Kegiatan itu untuk menyikapi material bantuan gamelan gong dengan jumlah satu paket instrumen baleganjur, yang disalurkan Kementerian Pendidikan pada Desember 2019 silam. Ada arahan supaya baleganjur bisa dimanfaatkan siswa dengan proses latihan di sekolah melalui ekstrakurikuler seminggu sekali.

Bacaan Lainnya

“Hingga saat ini siswa kelas 4,5,6 sudah bisa menerima dan memahami gamelan baleganjur yang diajarkan pelatih yang kami percayakan untuk mendidik. Sekarang masih ngayah di Pura Banjar Dusun Waliyang serangkaian Usaba Kapat,” katanya dengan nada bangga, Jumat (29/9/2023).

Dia menyebut pengetahuan gamelan yang diberi sejak dini sangat bermanfaat. Antara lain bisa membantu daya saing siswa dari sisi berkesenian. Apalagi gamelan memiliki peran penting hampir dalam setiap kegiatan upacara umat Hindu di Bali. Selain siswa mendapat pelajaran umum di sekolah, mereka juga mendapat pengetahuan lebih yang berguna. Sebab, seni dan budaya terkait sangat erat.

“Sekaa baleganjur siswa SDN 2 Abang hampir rutin dalam tampi kegiatan sekolah, misalnya saat purnama-tilem ada kegiatan sembahyang. Yang pasti saat upacara Saraswati dalam persembahyangan di sekolah,” ujarnya.

Pelatih Sekaa Baleganjur SDN 2 Abang, I Dewa Gede Ardana Putra, sangat mengapresiasi semangat para siswa yang dinilai mampu membawakan tabuh baleganjur. Menurutnya, siswa di SDN 2 Abang rata-rata memang memiliki potensi bakat gamelan. Apalagi lingkungan Dusun Waliyang juga terdapat beberapa jenis gamelan. Artinya, mereka sering berinterkasi langsung dengan beragam gamelan, entah itu angklung, gender, dan gong barungan. Makanya proses mengajarkan tidak begitu lama.

“Latihan dari sebelumnya hingga saat ini, mereka bisa menerima apa yang saya ajarkan. Bahkan saat ini sudah bisa menampilkan tabuh baleganjur. Semoga bisa bertahan dan bisa lebih dikembangkan,” harapnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses