Sepakat Damai, Desa Adat Pakudui Rangkul Warga Tempek Kangin

  • Whatsapp
KRAMA Desa Adat Pakudui dan Krama Tempek Pakudui Kangin menandatangani kesepakatan damai di halaman kantor Bupati Gianyar, Minggu (22/11/2020). Foto: adi
KRAMA Desa Adat Pakudui dan Krama Tempek Pakudui Kangin menandatangani kesepakatan damai di halaman kantor Bupati Gianyar, Minggu (22/11/2020). Foto: adi

GIANYAR – Sengketa lahan pelaba pura antara krama Tempek Pakudui Kangin dengan Desa Adat Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar berakhir damai. Kedua pihak menandatangani kesepakatan damai di hadapan Bupati Gianyar, Made Mahayastra, beserta jajaran, di halaman kantor Bupati Gianyar, Minggu (22/11/2020) siang.

Kesepakatan damai diawali persembahyangan bersama di Pura Padmasana Kantor Bupati. Turut hadir Wakil Bupati Gianyar AA Gde Mayun, Sekda Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winartha, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Made Adnyana, PHDI, MDA, Camat Tegallalang, dan Perbekel Kedisan.

Bacaan Lainnya

Kesepakatan damai itu berisi delapan poin. Pertama, Pakudui Kangin sepakat mencabut upaya banding perlawanan pihak ketiga di Pengadilan Tinggi Denpasar terhadap putusan PN Gianyar. Kedua, Pakudui Kangin sepakat mencabut gugatan bantahan. Ketiga, Desa Adat Pakudui dan Tempek Pakudui Kangin sepakat melaksanakan eksekusi secara damai.

Keempat, terkait objek sengketa, para pihak tunduk dan patuh dengan amar putusan PN Gianyar yang mempunyai kekuatan hukum tetap. Kelima, kedua pihak sepakat hal-hal yang belum diatur akan dimusyawarahkan dengan menjunjung tinggi prinsip paras paros sarpanaya. Di poin keenam, Desa Adat Pakudui bersedia menerima kembali Tempek Pakudui Kangin tanpa syarat sehingga Desa Adat Pakudui dan Tempek Kangin menjadi satu kesatuan desa adat.

Baca juga :  Tebing Longsor di Jalur Gitgit, Lalin Lumpuh 30 Menit

Di butir ketujuh, kedua pihak sepakat bersama-sama merevisi awig-awig sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat, dengan pendampingan dari Pemkab Gianyar dan Majelis Desa Adat Gianyar. Selama proses penyatuan kembali Desa Adat Pakudui melalui revisi awig-awig, para pihak melaksanakan aktivitas adat dan keagamaan masing-masing.

Terakhir, seluruh poin kesepakatan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan antara satu dengan yang lainnya. Jika salah satu dari poin ini tidak dilaksanakan, kesepakatan menjadi batal atau menjadi tidak mengikat.

Bupati Mahayastra mengaku bersyukur akhirnya sengketa sejak belasan tahun lalu bisa tuntas di era kepemimpinannya. Mahayastra juga memuji kinerja Polres Gianyar dalam menjaga kekondusifan kasus ini. “Ini yang kita nanti-nantikan sejak lama, akhirnya terjadi hari ini di kantor Bupati Gianyar,” ujarnya.

Dia menyebut kasus Pakudui ini sejak dia masih menjabat Ketua DPRD Gianyar. “Sekarang dengan hadirnya pengacara muda dari kedua belah pihak, komunikasinya baik dan memberi andil lancarnya penyelesaian. MDA, PHDI, dan terutama aparat kepolisian paling intens, hingga akhirnya lewat tangan dingin Kapolres AKBP Dewa Made Adnyana, secara de facto kasus ini selesai,” terangnya.

Kepada kedua belah pihak, Mahayastra berjanji membuatkan balai banjar. “Sekarang hilangkan semua (luka) itu, sudah ngaturang guru piduka. Tidak boleh ada lagi orang menyinggung dendam lama. Kalau ada, Bupati dan Kapolres nanti yang turun,” tegasnya.

Baca juga :  Betapa Irinya Amien Rais kepada Presiden Jokowi

Lebih jauh diutarakan, kesepakatan damai ini memang diinginkan kedua pihak, karena lebih dari 10 tahun merenggut pikiran dan hubungan persaudaraan. Dia berharap setelah ini, karena Pakudui daerah pariwisata, bisa segera bangkit dan melupakan apa yang terjadi sebelumnya untuk membangun daerah. 

Khusus terkait revisi awig-awig, dia minta MDA Gianyar mendampingi. Sementara untuk eksekusi, hanya akan dibacakan berita acaranya di kantor Bupati Gianyar. Terkait pura dan kuburan, menurut Mahayastra, sudah dibicarakan. “Sudah tertulis semua dalam kesepakatan,” pungkasnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.