Senderan-Palinggih Pura Pande Jebol, Kerugian Ditaksir Rp800 Juta

SENDERAN sekaligus palinggih piasan di Pura Dadia Penataran Pande Ambal Ambal, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem jebol setelah diguyur hujan deras. Kerugian ditaksir Rp800 juta. Foto: ist

KARANGASEM – Hujan deras menghadirkan bencana alam tanah longsor. Kali ini senderan sekaligus palinggih piasan di Pura Dadia Penataran Pande Ambal Ambal, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem jebol.

Pengelingsir Pura, I Wayan Janji (52) mengatakan, senderan Pura Dadia Penataran Pande sampai saat ini sudah tiga kali mengalami longsor. Yang pertama pada tahun 2020, kedua tahun 2021, dan kali ini yang terakhir dan yang paling parah karena satu palinggih piasan ikut jebol. “Ini sudah yang ketiga kalinya longsor, kalau ditotal kerugian mungkin mencapai Rp800 juta,” katanya saat dihubungi, Senin (10/10/2022).

Bacaan Lainnya

Janji melanjutkan, untuk longsor yang kali pertama pada tahun 2020, hanya senderan danpenyengker yang jebol. Seluruh pengempon pura melakukan perbaikan dengan menghabiskan dana sekitar Rp400 juta. Ketika sudah 80 persen selesai, senderan kembali jebol.

“Ketika kembali akan diperbaiki, baru membuat lubang untuk pondasi senderan, tiba-tiba tadi siang penyengker kembali jebol. Bahkan kali ini bukan hanya penyengker yang jebol, tapipalinggih piasan juga ikut jebol,” keluhnya.

Dia memperkirakan kembali jebolnya penyengker dan juga palinggih piasan diakibatkan hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut. Makanya tanah jadi labil.
Akibat kejadian tersebut, Janji berharap ada perhatian Pemkab Karangasem untuk membantu melakukan perbaikan.

Pengempon Pura sebanyak 57 Kepala Keluarga (KK) semuanya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Apalagi sebelumnya sudah melakukan perbaikan dengan menggunakan dana urunan dari pengempon yang menghabiskan ratusan juta.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah, supaya bisa melakukan perbaikan secepatnya. Kalau tidak dilakukan perbaikan secepatnya, takutnya semakin parah dan merembet ke palinggih yang lain,” pintanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Karangasem, I Putu Eka Putra Tirtana, membenarkan senderan Pura Dadia Penataran Pande Ambal Ambal tersebut sudah tiga kali jebol. Bahkan tahun 2021 yang lalu sempat menutup seluruh badan jalan. “Petugas dari BPBD sudah mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen seperti apa nanti penanganannya,” katanya singkat. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses