Satu SMP Negeri di Denpasar Tidak Penuhi Kuota Daya Tampung

  • Whatsapp
Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya. Foto: tra
Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya. Foto: tra

DENPASAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP negeri tahun pelajaran 2021/2022 di Kota Denpasar sudah final. Pada Kamis (1/7/2021) pukul 15.00 telah diumumkan hasil resmi jalur zonasi (kategori umum dan dampak Covid-19), afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua/wali. Sementara, pengumuman PPDB jalur prestasi telah diumumkan pada Jumat (25/6/2021).

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, mengungkapkan, secara umum SMP negeri di Kota Denpasar telah terpenuhi kuota daya tampung. Hanya ada satu sekolah yang kuota daya tampungnya gagal terpenuhi maksimal, yakni SMPN 9 Denpasar.

Bacaan Lainnya

Kekurangan kuota daya tampung di sekolah tersebut sebanyak 19  siswa. Kuota daya tampung awal di sekolah tersebut sebanyak 360 orang, yang diterima resmi hanya 341 calon siswa. Kekurangan kuota daya tampung di SMPN 9 Denpasar secara otomatis berpengaruh pada berkurangnya kuota daya tampung pada 14 SMP negeri di Kota Denpasar, yakni dari 4.080 siswa menjadi  4.061 siswa.

Eddy Mulya menjelaskan, kekurangan kuota daya tampung di SMPN 9 Denpasar, salah satunya disebabkan karena banyak masyarakat di zona tersebut tidak dapat memenuhi syarat pendaftaran PPDB jalur zonasi sehingga berkas yang diajukan ditolak. Dan, sampai batas akhir pendaftaran, tidak ada tambahan pendaftaran baru.

Baca juga :  Update Covid-19 di Denpasar: Kasus Positif Terus Melonjak, Meninggal juga Meningkat 6 Orang

Ia menegaskan, kursi kosong di SMPN 9 Denpasar tidak boleh diisi. Pihak sekolah pun telah diingatkan tidak boleh mengisi kursi kosong itu untuk memenuhi kuota daya tampung.

Data final di website http://denpasar.siap-ppdb.com menunjukkan, nilai paling rendah jalur zonasi kategori umum diterima di SMPN 4 Denpasar yakni 215.40. Nilai terendah dan tertinggi di SMP negeri yang lain, SMPN 1 (250.60 – 288.80), SMPN 2 (237.60 – 285.60), SMPN 3 (253.20 – 287.10), SMPN 4 (215.40 – 281.00), SMPN 5 (245.40 – 280.20), SMPN 6 (250.40 – 289.60), SMPN 7 (246.80 – 286.00), SMPN 8 (237.60 – 285.40), SMPN 9 (210.00 – 286.80), SMPN 10 (255.00 – 287.20), SMPN 11 (236.00 – 276.80), SMPN 12 (244.00 – 286.60), SMPN 13 (219.40 – 278.40), dan SMPN 14 (248.20 – 284.90).

Eddy Mulya menegaskan, proses perankingan sudah sesuai juknis dan berjalan fair tanpa ada intervensi. Ia memastikan bahwa PPDB berjalan tegak lurus mewujudkan PPDB yang kridibel dan bertanggung jawab.

Mengingat terbatasnya kuota, kata Eddy Mulya, lulusan SMP yang tidak berhasil diterima di sekolah negeri, jangan berkecil hati dan masih ada alternatif yakni di sekolah swasta. Ditegaskannya, kualitas pendidikan di sekolah negeri dan sekolah swasta di Denpasar betul-betul sama.

Setelah pengumuman hasil akhir seleksi PPDB jenjang SMP negeri, Eddy Mulya berharap calon siswa SMP negeri yang telah dinyatakan diterima melakukan daftar ulang, Senin (5/7/2021) sampai Jumat (9/7/2021). Pendaftaran dilakukan secara daring dengan mengunggah surat pernyataan daftar ulang pada situs PPDB. Jika tidak melakukan daftar ulang pada waktu yang ditentukan, calon siswa dinyatakan gugur.

Baca juga :  Gegara Corona, Perempuan Keluhkan Lubrikasi

Di sisi lain, Eddy Mulya mengakui, meskipun pihak sekolah telah menerima calon siswa sesuai daya tampung masing-masing, dimungkinkan ada yang tidak melakukan daftar ulang dengan berbagai alasan. Jika kondisi ini terjadi, Eddy Mulya menegaskan, pihak sekolah tetap tidak diperbolehkan mengisi untuk memenuhi kuota dan daya tampung tersebut. “Begitu tidak daftar ulang, pada timing tertentu saat itu dinyatakan gugur,’’ ungkapnya menandaskan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.