Bali Tambah 221 Orang Positif Covid-19, Sembuh 113, Meninggal Nihil

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, masih mencatatkan lonjakan kasus cukup tinggi. Sementara jumlah pasien sembuh masih jauh di bawahnya, sehingga secara langsung menambah kasus aktif.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali yang diterima posmerdeka.com, Rabu (30/6/2021), tambahan kasus terkonfirmasi positif melonjak sebanyak 221 orang (164 orang melalui Transmisi Lokal, 55 PPDN dan 2 PPLN). Sementara pasien sembuh bertambah 113 orang. Kabar baiknya, kali ini Bali nihil tambahan kasus meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar kembali menjadi penyumbang harian terbanyak kasus positif sebanyak 57 orang, disusul daerah lain 47 orang, Badung 25 orang, Buleleng 24 orang, Gianyar 22 orang, Jembrana 14 orang, Tabanan 13 orang, Karangasem 5 orang, Klungkung 1 orang dan WNA 3 orang. Sementara Bangli, menjadi satu-satunya kabupaten nihil tambahan kasus baru.

Dengan demikian secara kumulatif, kasus positif di Bali sampai saat ini berjumlah 50.217 orang (50.013 WNI dan 204 WNA). Dari jumlah itu, sebanyak 46.950 orang (93,49%) sudah sembuh dengan rincian 46.770 WNI dan 180 WNA.

Sementara kasus meninggal tetap 1.560 Orang (3,11%) dengan rincian 1.554 WNI dan 6 WNA. Sedangkan kasus aktif (pasien dalam perawatan) bertambah 108 orang menjadi 1.707 orang (3,40%) dengan rincian 1.689 WNI dan 18 WNA, yang tersebar di 17 RS rujukan, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan Wisma Bima.

Baca juga :  Putri Koster Ajak PKK Beri Pelayanan Optimal pada Masyarakat

Untuk mempercepat penanganan pandemi, pemerintah telah melakukan upaya vaksinasi kepada masyarakat. Sasaran vaksinasi yang telah terlayani adalah SDM kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia.

Masyarakat yang telah memperoleh vaksin 1 sebanyak 2.206.236 orang dan vaksin 2 sebanyak 743.670 orang. Total vaksin yang terdistribusi sebanyak 3.591.460 dosis dengan sisa stok vaksin sebanyak 641.554 dosis.

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 08 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali, berlaku sejak tanggal 28 Juni 2021 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Hal lain yang diatur antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga mengantisipasi mobilitas warga pada saat arus balik lebaran. Langkah pengendalian dilakukan salah satunya dengan memperbanyak tes antigen secara acak.

Presiden RI Joko Widodo meminta agar ada penguatan PPKM Mikro pasca lebaran 2021 baik di daerah asal maupun daerah tujuan arus balik pemudik.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu Disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan mentaati aturan
serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.