Sarana Prokes di Bangli Diharapkan Ada Petugas Khusus

  • Whatsapp
SALAH seorang warga saat menggunakan fasilitas cuci tangan sesuai prokes pencegahan Covid-19. foto: gia

BANGLI – Di tengah gencarnya upaya mendisiplinkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan (prokes), kerap terjadi sarana pendukung yang disiapkan pemerintah justru kurang lengkap, terutama di fasilitas perkantoran maupun fasilitas publik lainnya. Misalnya ketersediaan sabun maupun air tempat cuci tangan.

Menyikapi itu, Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, minta pemerintah turut menyiagakan petugas khusus di masing-masing OPD maupun fasilitas umum untuk mengontrol kondisi tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurut Carles, Selasa (22/12/2020), jangan sampai ada kesan pemerintah hanya greget pada awal saja. Ketika masyarakat mulai terbiasa menerapkan kebiasan baru, hal-hal yang bersifat kecil tersebut justru kurang mendapat perhatian.

“Mudah-mudahan Bangli tetap aman dan kondusif, dan kami berharap masyarakat dan pemerintah tetap melaksanakan prokes. Kalau ada fasilitas tempat-tempat pencegahan Covid yang belum terpenuhi, agar dilengkapi sarana penunjangnya,” ujarnya.

Sampai saat ini, ulasnya, penyebaran wabah Covid-19 belum berakhir. Semua OPD dan masyarakat harus tetap disiplin, dan jangan lengah. Terlebih menjelang Tahun Baru 2021 pemerintah tegas mengeluarkan imbauan.

Warga diajak tetap disiplin dan menerapkan prokes.
Untuk itu, tempat wisata, pasar, sekolah dan fasilitas umum lainnya juga diharap tetap memperhatikan sarana prokes. Air, sabun, maupun peralatan lainnya agar diperiksa secara berkelanjutan. Untuk itu harus ada petugas khusus di masing-masing fasilitas umum untuk memantau itu.

Baca juga :  LIPI: COVID-19 Berpotensi Menular Melalui Feses

Selain itu agar jika terjadi kerusakan bisa segera ditangani pemerintah. Pantauan di DPRD Bangli, sarana sabun ternyata tidak terisi. Menurut salah seorang pegawai sekretariat, sering terjadi kehilangan sabun. “Di depan gerbang paling sering hilang. Setiap diisi sabun tidak lama lagi sudah hilang,” ucapnya.

Di kantor Bupati juga sama, sabun habis belum diisi. Yang lebih miris lagi di sebelah barat Lapangan Kapten Mudita, sarana air dan sabun juga kosong, hanya tong air yang masing terpasang. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.