DENPASAR – Skuad PSAD Udayana mendapat sanjungan setinggi langit dari kalangan sepakbola, karena sikaf sportif penuh fair play Fauzi dan kolega saat mempermak Putra Angkasa Kapal dengan skor telak 3-0 tanpa balas, pada laga pamungkas Grup Y Babak 6 Besar Liga 3 Rayon Bali 2022, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Senin (12/9/2022).
Padahal cukup dengan hasil seri lawan Putra Angkasa, bahkan kalah pun PSAD Udayana tetap melaju ke semifinal. Lebih mengejutkan lagi, PSAD Udayana yang menurunkan sebagian besar pemain cadangannya, justru tampil lebih perkasa, ngotot dan haus gol meladeni salah satu tim unggulan.
Kemenangan PSAD atas Putra Angkasa sekaligus memenuhi harapan kubu Perseden yang harap-harap cemas karena nasibnya berada di ujung tanduk. Tapi siapa nyana, pasukan cadangan skuad bahu hijau Kodam IX/Udayana justru berpesta gol ke gawang Putra Angkasa.
”Salut buat skuad PSAD Udayana, tim ini seakan mengajari kita bagaimana main bola fair play, tidak ada sepakbola main mata,” puji Pelatih Kepala Perseden, Made Pasek Alit yang diamani Manajer Tim Perseden, Made Diatmika. Bahkan Diatmika menyebut, PSAD Udayana sangat layak dinobatkan sebagai tim fair play Liga 3 Bali 2022 ini.
Diatmika sebelumnya mengungkapkan bahwa sepakbola memang butuh keberuntungan. Hal itu dia katakan saat meratapi hasil imbang 0-0 lawan Putra Angkasa, ditambah kekalahan 0-1 atas PSAD Udayana. Tapi keberuntungan itu akhirnya didapat Perseden dari hasil pertandingan lain, tentunya berkat ”pertolongan” PSAD Udayana.
”Biasanya, tim-tim yang nasibnya ditentukan hasil pertandingan lain dalam mengamankan peluang, jarang berbuah manis. Umumnya lebih banyak berujung kekecewaan. Tapi sikap sportif PSAD mengubah image itu yang mengajari insan sepakbola agar selalu bersikap fair play dalam setiap laga,” ucapnya.
Lolos dari lubang jarum dalam tanda kutif berbau keberuntungan ini, lanjut Diatmika, membuat Perseden semakin bersemangat menatap laga semifinal kontra PS Badung. ”Saya setuju dengan komentar Pak Wayan Sugita Putra, bahwa pertemuan Perseden vs PS Badung adalah test case tim porprov kedua tim, apalagi kami murni 100 persen memanfaatkan jasa pemain Porprov,” pungkas Diatmika.
Sebelumnya saat PS Badung sudah menyegel tiket semifinal dengan status juara Grup X, Wayan Sugita Putra yang akrab disapa WSP lebih memilih Perseden sebagai lawan Laskar Keris Badung ketimbang Putra Angkasa. ”Kalau boleh memilih, saya ingin lawan Perseden di semifinal sebagai test case menjelang Porprov,” ucapnya.
Bisa jadi, harapan WSP dan doa-doa kubu Perseden serta pendukungnya, akhirnya benar-benar terwujud. Perseden lolos ke semifinal dan bersua PS Badung yang juga mayoritas dihuni para pemain Porprov Badung. Ini akan menjadi laga pemanasan Porprov Bali 2022, dimana Badung sebagai juara bertahan alias pemegang medali emas Porprov 2019 di Tabanan dan Denpasar sebagai peraih medali perak.
Terlepas dari laga PS Badung kontra Perseden, banyak pengamat maupun pecinta sepakbola menilai PSAD Udayana sebagai tim yang paling berpeluang sebagai juara Liga 3 Bali tahun ini. Terlebih tim-tim pesaing mereka Tunas Muda Ubud dan Putra Angkasa sudah tereliminasi lebih dulu alias gagal ke semifinal.
”Sebelum memastikan tiket ke semifinal, saya memang menjagokan PSAD Udayana sebagai juara. Alasannya, tim ini punya fisik bagus dibanding tim lain sehingga konsisten melakoni setiap laga. Dari segi kekompakkan juga oke, karena tim ini dalam satu korps baju hijau dan pastinya sudah terbentuk lama,” ucap Agus Suteja, mantan kiper andal Persekaba itu. yes
























