Pelatih PSAD Udayana Kapten Doni Kristian Beber Strategi Lumat Putra Angkasa

PELATIH Kepala PSAD Udayana, Kapten CPM Doni Kristian (kanan). foto: ist

DENPASAR – Kejutan besar mewarnai Liga 3 Bali 2022, ketika salah satu klub favorit juara Putra Angkasa Kapal gagal lolos ke semifinal, setelah menyerah 0-3 dari PSAD Udayana pada laga pamungkas Grup Y, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Senin (12/9/2022).

Padahal, Putra Angkasa yang bermaterikan para pemain top Bali hanya butuh hasim imbang sebagai jaminan lolos ke semifinal. Sementara PSAD Udayana yang sudah memastikan diri ke semifinal berkat kemenangan 1-0 atas Perseden, justru menurunkan mayoritas pemain cadangannya.

Bacaan Lainnya

Di atas kertas, sebenarnya Putra Angkasa bisa dengan mudah meraih satu poin bahkan tiga poin. Tatapi inilah sepakbola, yang selalu sulit diprediksi. Selama bola tetap bundar, segalanya bisa terjadi secara tak terduga di lapangan. Jargon kental di arena sepakbola ini, sepertinya benar-benar terjadi.

Lantas apa kunci sukses Tim PSAD Udayana besutan Pelatih Kepala, Kapten CPM Doni Krtistian yang dibantu asistennya Zulkiflyadi ini? ”Saya hanya menanamkan kepada para pemain terutama para pemain lapis kedua agar menjaga kepercayaan yang diberikan,” kata Kapten Doni.

Menghadapi Putra Angkasa, tambahnya, PSAD Udayana memang memberikan kesempatan kepada para pemain lapis kedua yang selama ini sering duduk dibangku cadangan untuk mengekplor kemampuannya. Alasan pertama karena PSAD Udayana sudah pasti lolos ke semifinal. Alasan lainnya, agar pemain inti bugar saat melakoni laga perebutan tiket final.

”Saya memang minta kepada coach Zulkiflyadi untuk menurunkan lebih banyak pemain cadangan. Saya juga minta para pemain lapis kedua menjaga kepercayaan yang diberikan dan terpenting tunjukkan kemampuan secara maksimal,” ujar Kapten Doni yang mengaku jarang bisa mendampingi tim karena sedang fokus pendidikan Suslapa 2 di Bandung sebagai salah satu persyaratan menuju pangkat mayor.

Menurutnya, kemajuan teknologi cukup membantu melakukan komunikasi dengan tim secara daring. ”Selaku pelatih kepala, saya selalu menanamkan kepada anak-anak agar bermain sportif, karena menang atau kalah sudah biasa dalam pertandingan. Motto yang saya berikan, setiap pertandingan adalah final. Sekali pun kalah, harus terhormat. Tidak ada main mata di skuad kami,” tegas Kapten Doni.

”Alhamdulillah, kepercayaan yang diberikan dijawab dengan tuntas oleh para pemain terutama mereka yang selama ini jarang mendapat kesempatan. Saya juga tak menduga bisa mengalahkan Putra Angkasa dengan skor setelak ini (3-0),” lanjut pria low prifile yang menjabat Pasiidik Demprom IX/3 Denpasar.

Hanya, Kapten Doni tetap mewanti-wanti anak asuhannya agar tidak jumawa dengan kemenangan spektakuler ini atas Putra Angkasa. Sebab perjalanan menuju prestasi lebih baik masih terbuka, sehingga harus tetap fokus dan disiplin menjaga kondisi fisik.

”Menjelang babak semifinal menghadapi Singaraja ZFP pada Kamis (15/9/2022), kami pasti recovery dulu sambil tetap lakukan evaluasi terkait beberapa kekurangan dan kesalahan yang dilakukan pemain di laangan. Yang tak kalah penting, tetap menjaga fisik pemain agar tetap prima dan tak pernah henti memompa semangat dan moril mereka,” pungkas Kapten Doni yang pernah bergabung dengan Satgas UNIFIL di Lebanon tahun 2015 lalu. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses