Ribuan Pelaku UMKM di Buleleng Kembali Diusulkan Dapatkan BPUM

  • Whatsapp
Dewa Made Sudiarta. Foto: ist
Dewa Made Sudiarta. Foto: ist

BULELENG – 1.500 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Buleleng, kembali diusulkan untuk mendapat Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM). Pengusulan bantuan ini, dilakukan oleh lembaga koperasi yang selama ini menaungi para pelaku UMKM.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagprinkop UKM) Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan, bantuan ini diberikan bagi anggota koperasi di Buleleng yang punya usaha mikro. Sebelumnya di Buleleng sudah ada sebanyak 30.100 pelaku UMKM diusulkan memperoleh bantuan di luar Kementerian Koperasi.

Bacaan Lainnya

Dari usulan tersebut, kata dia, yang sudah terealisasi sebanyak 23.000 pelaku usaha. Saat ini melalui Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah RI kembali mengusulkan program BPUM. ‘’Saat ini sudah dalam tahap usulan oleh koperasi terhadap anggotanya. Tercatat ada 1.500 usulan, kami di dinas sebagai tembusannya saja,’’ kata Dewa Sudiarta, Kamis (15/10/2020).

Terkait besaran bantuan yang akan diterima, dijelaskan Dewa Sudiarta, bantuan pusat ini hanya sekali didapat yakni sebesar Rp2,4 juta per pelaku UMKM. Syaratnya yakni, sudah lunas maupun belum pernah mendapatkan bantuan modal dari perbankan seperti kredit usaha rakyat (KUR).

Selain itu, belum pernah mendapatkan bantuan stimulus usaha (BSU) atau sejenisnya dan harus mempunyai KTP elektronik. ‘’Syarat khusus, asetnya tidak boleh melebihi Rp50 juta di luar tanah bangunan. Omzetnya tidak boleh melampui Rp300 juta. Usahanya masih aktif dan produktif, dan tidak menjadi anggota termasuk pensiunan PNS, TNI-Polri, BUMN, BUMD,’’ jelas Dewa Sudiarta.

Baca juga :  Sari Galung : Belajar Daring Harus Menyenangkan

Nantinya usulan BPUM ini, lanjut kata Dewa Sudiarta, diverifikasi langsung oleh pemerintah pusat. Sedangkan, Kabupaten hanya sebagai tembusan dan fasilitator. ‘’Data penerima ini akan di-screen, di-cleansing di-input by nomor induk kependudukan, sehingga terlihat UMKM yang sudah maupun belum mendapat BSU atau sejenisnya. Lalu yang mendapat BLT-DD, BST dan bantuan sejenis yang sifatnya perorangan boleh mendapatkan BPUM,’’ ungkap Dewa Sudiarta.

Dengan bantuan ini, diharapkan Dewa Sudiarta, nantinya pelaku UMKM dapat berproduksi secara maksimal di tengah resesi ekonomi saat ini. ‘’Ini untuk menggerakkan aktivitas ekonomi. Mudah-mudahan mendapat alokasi maksimal dari usulan ini, sehingga lebih banyak lagi yang bisa memanfaatkan untuk kelangsungan usahanya,’’ pungkas Dewa Sudiarta. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.