Ratusan Pelajar SMP di Buleleng Ikuti Pelatihan Menulis Lontar

  • Whatsapp
PELATIHAN menulis lontar yang diikuti para pelajar tingkat SMP yang ada di Kabupaten Buleleng, Kamis (12/11/2020). Foto: rik
PELATIHAN menulis lontar yang diikuti para pelajar tingkat SMP yang ada di Kabupaten Buleleng, Kamis (12/11/2020). Foto: rik

BULELENG – Sebagai upaya untuk mempertahankan dan melestarikan warisan budaya leluhur ditengah zaman modern ini, Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng menggelar pelatihan menulis lontar. Pelatihan ini diikuti ratusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Buleleng.

Pelatihan digelar pada Kamis (12/11/2020) dengan dua metode yakni secara langsung dan secara virtual. Khusus pelatihan yang digelar secara langsung, digelar di Gedung Sasana Budaya Singaraja.

Bacaan Lainnya

Kepala Disbud Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan, kegiatan pelatihan menulis lontar selain untuk melestarikan warisan budaya leluhur, juga untuk memberi edukasi generasi muda tentang kearifan budaya berupa manuskrip. Dijelaskannya, Museum Gedong Kirtya yang ada di Buleleng merupakan satu-satunya museum lontar yang ada di Bali. Gedong Kirtya juga memiliki reputasi dan dikenal hingga ke mancanegara.

“Kami memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pengenalan dan cara menulis lontar yang benar. Dengan mengenal, mereka tentu peduli dengan khazanah budaya utamanya manuskrip tulisan diatas daun lontar,” kata Dody Sukma.

Kegiatan pelatihan menulis lontar secara rutin akan digelar setiap tahun. Untuk tahun ini, sebanyak 102 peserta mengikuti pelatihan, pelaksanaannya dibagi dalam dua hari karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk virtual, disiarkan secara langsung melalui media sosial Facebook.

Sementara itu, pelatih untuk kegiatan Kamis (12/11/2020) adalah I Gusti Bagus Sudiasta asal Desa Bungkulan, yang juga merupakan mantan Kepala Museum Gedong Kirtya. Sedangkan hari kedua, Jumat (13/11), menghadirkan Ni Made Ari Dwijayanti, dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Baca juga :  Pemkab Bangli belum Serahkan RAPBD 2021 ke Parlemen

“Pelatih yang dilibatkan dalam kesempatan ini dua orang. Satu pelatih akan mengajar dalam satu hari. Pelatihan ini ditujukan untuk mempertahankan dan melestarikan warisan budaya leluhur,” pungkas Dody Sukma.

Untuk diketahui, kedepan Museum Gedong Kirtya akan dijadikan pusat penelitian lontar kuno. Selama ini koleksi yang ada di Gedong Kirtya menjadi rujukan para pemikir Bali dan dunia. Olah karena itu, dipandang sangat perlu dikembangkan, dengan menggali pelajaran dari leluhur yang tertuang dalam lontar-lontar tersebut. Masih banyak hal yang perlu diketahui lebih dalam dari peninggalan leluhur tersebut. Dengan pelatihan menulis lontar khusus untuk generasi muda diyakini akan mampu mengenalkan warisan leluhur secara luas. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.