Rai Mantra Harap Guru Jadi Suluh di Tengah Kegelapan, Ketut Suarya Nakhodai PGRI Denpasar

  • Whatsapp
WALI Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wayan Gunawan, Ketut Suarya, Nyoman Winata, Madiadnyana dan Komang Arta Saputra saat membuka konferensi PGRI Kota Denpasar. Foto: ist
WALIKOTA Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wayan Gunawan, Ketut Suarya, Nyoman Winata, Madiadnyana dan Komang Arta Saputra saat membuka konferensi PGRI Kota Denpasar. foto: ist

DENPASAR – Jajaran PGRI Kota Denpasar, Jumat (6/11/2020) menggelar konferensi. Konferensi dibuka Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. Konferensi selain membahas pertanggung jawaban pengurus lama dan penyusunan program kerja, juga memilih pengurus baru periode 2020-2024.

Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, saat membuka konferensi mengaku banyak meminta petunjuk dari para guru. Profesi guru yang mulia tak perlu diragukan perannya dalam membentuk jati diri dan karakter bangsa. Guru, kata Wali Kota, dalam konteks kekinian dalam masa pandemi menjadi sesuluh dari kegelapan. Dan pada abad 21 ini diperlukan kepemimpinan yang mampu menggeser pemahaman.

Bacaan Lainnya

Wali Kota juga mengakui para guru mampu menafsirkan apa yang akan diberikan pemahaman kepada siswa terkait pendidikan secara berkelanjutan ke depannya. Bukan hanya masalah eksak saja, tapi pemaknaan, moralitas, etika dan estetika.

Justru Wali Kota Denpasar mengacungkan jempol pada PGRI yang membantu pembangunan pendidikan di Denpasar. Bahkan, ia mengaku puas dengan pendidikan di Denpasar. Ini ditandai motivasi berprestasi terus meningkat di jajaran pendidikan di Kota Denpasar.

‘’Pemkot Denpasar akan terus mendukung semua kegiatan program-program PGRI Kota Denpasar untuk peningkatan kualitas guru,’’ janji Rai Mantra.

Baca juga :  SAKIP dan Reformasi Birokrasi Kota Denpasar Dievaluasi Kemen PAN RB

Lebih lanjut dikatakan Rai Mantra , dalam Konferensi PGRI Kota Denpasar ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan visi misi PGRI Kota Denpasar tahun 2020-2024. Ia berharap melalui Konferensi PGRI Kota Denpasar ini bisa menghasilkan gagasan dan pemikiran-pemikiran yang berguna bagi kepentingan organisasi PGRI dan pendidikan kedepannya. 

‘’Apalagi yang kita hadapi saat ini adalah kondisi yang baru, sehingga kita harus dapat beradaptasi sekaligus tetap menjalankan kewajiban sesuai dengan profesi,” pesannya.

Konferensi dikatakan Drs. Nyoman Winata, M.Hum., diikuti dari unsur gugus, pengurus cabang dan anak ranting. Sementara Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., menambahkan, lewat konferenasi, organisasi PGRI berfungsi memajukan profesionalisme, kompetensi dan karier, wawasan profesi dan kesejahteraan serta pengabdian pada masyarakat.

Hasil Konferensi, Drs. Ketut Suarya, M.Pd., terpilih menakhodai PGRI Kota Denpasar periode empat tahun ke depan menggantikan I Nyoman Winata. Ia didampingi Wakil Ketua I Wayan Sugianta, S.Pd.,  dan Dr. I Wayan Ritiaksa, S.Pd., M.Fis.; Sekretaris,  Ishaq Jafar Nasution, S.Pd., MM., dan Wakil Sekretaris, Made Ayu Kartika Sari, SE.,Ak., Bendahara I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST., M.Pd., dan Wakil Bendahara, Ni Made Suhartini, S.Pd., SD. Pelantikan dilakukan Ketua PGRI Bali, Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd.

Suarya mengakui kerjasama PGRI Denpasar dengan Pemkot Denpasar dan Disdikpora Kota Denpasar, sangat luar biasa. Ini bisa dilihat iklim pendidikan kondusif. Ini berkat perjuangan guru yang didukung Pemkot Denpasar.

Baca juga :  2 Pasien Covid-19 di Denpasar Sembuh, Nihil Kasus Positif

Dia berjanji PGRI akan memastikan hak-hak guru bisa diterima dengan baik serta aspirasi guru tersampaikan. Makanya, sosialisasi advokasi tentang AD/ART PGRI, pendataan dan mengadakan road show ke cabang-cabang akan terus digenjot. Ia berharap guru-guru harus sadar untuk bergabung ke PGRI karena telah terbukti sebagai organisasi profesi. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.