Purwa Arsana-Oka Antara Sepakat Damai, Tengkar di Media Dipicu Miskomunikasi

PURWA Arsana (tengah) bersalaman dengan Oka Antara usai pertemuan dengan para petinggi DPD PDIP Bali untuk mengklarifikasi pertengkaran sesama anggota DPRD Bali tersebut di salah satu media, Jumat (25/3/2022). Foto: gus hendra
PURWA Arsana (tengah) bersalaman dengan Oka Antara usai pertemuan dengan para petinggi DPD PDIP Bali untuk mengklarifikasi pertengkaran sesama anggota DPRD Bali tersebut di salah satu media, Jumat (25/3/2022). Foto: gus hendra

DENPASAR – Respons cepat ditunjukkan DPD PDIP Bali dalam menyikapi pertengkaran dua kadernya, Nyoman Purwa Ngurah Arsana dan Oka Antara, yang tersaji di media. Kedua anggota Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut dipertemukan untuk diklarifikasi Tim 5 di ruang Sekretaris DPD PDIP Bali, Jumat (25/3/2022). Setelah “disidang” selama kurang lebih 1,5 jam, keduanya sepakat berdamai.

Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDIP Bali, Ketut Suryadi, menjelaskan, pertengkaran di media antara Purwa Arsana dan Oka Antara sudah selesai. Keduanya dipertemukan dan didengar klarifikasinya gegara mencuatnya berita di salah satu media di Bali tersebut. Berita tersebut menjadi seksi, karena ada konteks Purwa Arsana dan Oka Antara pernah juga terlibat keributan di ruang rapat paripurna DPRD Bali, 31 Oktober 2019 silam. Dari keterangan kedua pihak, jelasnya, partai menyimpulkan yang terjadi sebatas kesalahpahaman akibat miskomunikasi belaka.

Bacaan Lainnya

“Kalau dibilang ada masalah, ya sebenarnya tidak ada masalah apa-apa, cuma miskomunikasi. Tapi, namanya juga miskomunikasi, apa yang kita maksudkan bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap oleh pihak lain. Itulah yang menyebabkan mereka sampai, yaa katakanlah bertengkar di media itu,” sebut politisi senior asal Tabanan yang akrab disapa Boping itu.

Baca juga :  Nihil PSU Jadi Tanda Bawaslu Kerja Optimal, Pengawas Partisipatif Dinilai Berperan

Sampai terjadi miskomunikasi, dia tak memungkiri ada unsur pihak luar yang punya kepentingan politik yang memanas-manasi keduanya. Namun, dia enggan merinci pihak mana yang dimaksud tersebut. “Yang jelas pihak punya kepentingan jika keduanya sampai bertengkar atau rebut. Bisa dari lawan politik, atau pihak lain yang punya pikiran negatif kepada mereka,” kelitnya beretorika.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, I Dewa Made Mahayadnya, menambahkan, dalam pertemuan itu ada dua substansi yang dibahas. Pertama, mengenai ada berita dua kader berseteru di media. Kedua, ada masalah di Desa Adat Bugbug, dan Purwa Arsana saat ini menjadi Bendesa Adat di sana. Klarifikasi yang dilakukan sebatas melacak apa yang terjadi di balik seteru di media.

“Kalau soal urusan di Bugbug, itu urusan pribadi Pak Purwa. Kami di Tim 5 ini khusus membahas kehormatan partai terkait friksi akibat miskomunikasi mereka,” terang Dewa Jack, sapaan akrabnya.

Purwa Arsana yang ditemui usai pertemuan mengakui miskomunikasi dengan Oka Antara, yang sama-sama asal Karangasem. Purwa Arsana merupakan anggota Komisi 3, sedangkan Oka Antara menjabat Wakil Ketua Komisi I dan berasal Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. “Sudah, sudah selesai. Nggak ada apa-apa, kami sudah tahu duduk persoalan masing-masing. Ya sudah, selesai,” tuturnya singkat.

Hal senada diungkapkan Oka Antara. Selain berkata tidak ada maksud buruk, dia mengakui ada miskomunikasi dengan Purwa terkait menyikapi demo warga Desa Adat Bugbug yang dikoordinir I Komang Ari Sumartawan di DPRD Bali, Rabu (23/3/2022) lalu. Kebetulan pada saat demo itu Oka Antara ikut menerima penyampaian aspirasi warga, yang pada intinya mendiskreditkan Purwa Arsana selaku Bendesa Adat Bugbug. Selain Oka Antara, Ketua Komisi I, Nyoman Budiutama, anggota lainnya juga ikut menerima.

Baca juga :  Pelantikan Paslon Terpilih Dipastikan Diundur, Pj Sekda Diizinkan Jabat Plh Kepala Daerah

Nggih, tadi sampun kami bahas dan klarifikasi di dalam. Sekarang kami sudah sepakat masalah ini selesai,” ucapnya kalem.

Wakil Sekretaris Internal PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, menimpali, rapat Tim 5 terdiri dari dia pribadi, Dewa Jack, Ketut Suryadi, IGN Kesuma Kelakan, dan Made Suparta. “Pak Budiutama selaku Ketua Komisi I ikut diundang hadir dalam pertemuan, karena beliau kan melihat langsung apa dan bagaimana saat demo warga Bugbug itu berlangsung. Jadi, biar kami di Tim 5 bisa benar-benar fair dalam melihat persoalan ini,” katanya memungkasi. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.