PS Badung Soroti Kualitas Wasit Liga 3 Bali, Sujata: Mental Pemain Runtuh Karena Penalti

STATER tim PS Badung sebelum kick off menghadapi Perseden, pada babak semifinal Liga 3 Rayon Bali 2022, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/9/2022). foto: ist

MANGUPURA – PS Badung gagal melangkah ke final Liga 3 Rayon Bali 2022, setelah dipaksa harus mengakui keunggulan Perseden Denpasar dengan skor 2-3, pada babak semifinal, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/9/2022).

Mirisnya, kegagalan ke final PS Badung justru terjadi saat laga tersisa 6 menit waktu normal. Wajarlah, kubu Laskar Keris Badung tak bisa menyembuinyikan kekecewaannya, apalagi kegagalan ini lebih diakibatkan keputusan Wasit Khotib Ibnu Hazar dari Jembrana. Terutama saat mengubah keputusannya dari tendangan bebas menjadi hadiah penalti untuk Perseden.

Bacaan Lainnya

”Setiap pertandingan memang harus ada kalah atau menang apalagi ini pertandingan semifinal. Tetapi bukan itu yang kami persoalkan, melainkan kualitas wasit yang memimpin laga ini terutama dalam mengambil setiap keputusan. Ini catatan kami dan sangat perlu dievaluasi kualitas wasitnya, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih profesional dalam memimpin pertandingan,” ucap Manajer Tim PS Badung, Wayan Sugita Putra (WSP).

Sorotan senada juga dilontarkan Pelatih Kepala PS Badung, Nyoman Sujata. Gol penalti Perseden di menit ke-85 yang diawali banyak protes, secara langsung meruntuhkan mental para pemainnya hingga akhirnya berujung kekalahan timnya.

Sejujurnya, Sujata mengaku sedari awal khawatir setelah tahu Wasit Khotib akan memimpin semifinal ini. Pasalnya, saat penyisihan grup B di Jembrana, PS Badung juga banyak dirugikan. ”Kekhawatiran saya terbukti. Saya lihat pihak Perseden pun juga dirugikan. Sayang, permainan menarik yang disuguhkan kedua tim, dipimpin kualitas wasit yang buruk,” ungkapnya.

Hanya ada hikmah yang bisa dipetik Sujata dari hasil pertemuannya dengan Perseden. Terlebih PS Badung di Liga 3 Bali ini tidak dibebani target muluk-muluk, dan masuk semifinal ini sudah merupakan hasil di luar dugaan. ”Yang terpenting, setidaknya kami tahu peta kekuatan tim Porprov Denpasar yang menghuni skuad Perseden ini,” ujar Sujata yang juga pelatih tim Porprov Badung.

Ia juga menilai, keberhasilan tim Porprov Denpasar menjejak final Liga 3 Bali sekaligus warning bagi tim Porprov Badung dalam upayanya mempertahankan medali emas yang diraih pada Porprov Bali 2019. ”Kami masih waktu sekitar 2 bulan jalan untuk mempersiapkan tim sebelum Porprov Bali 2022, November mendatang,” pungkasnya.

Kembali soal Wasit Khotib, Manajer Tim Perseden Made Diatmika dan Pelatih Kepala Made Pasek Alit juga merasa dirugikan terutama soal hukuman penalti tak wajar yang diberikan untuk timnya pada menit ke-69. Termasuk keputusan penalti krusial yang nyaris tak diberikan pada menit ke-85.

”Kita protes karena saya lihat pemain kami (Ronaldo) dijatuhkan dalam kotak. Di tayangan live streaming youtube juga terlihat jelas dalam kotak. Ya, untungnya juga wasit mau berdiskusi dengan asisten wasit, sehingga wasit menganulir keputusannya dengan memberi Perseden penalti dan kami akhirnya berhasil mencetak gol penyama 2-2,” pungkas Made Diatmika. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses