Liga 3 Bali 2022 : Diwarnai Keputusan”Penalti Konyol”, Perseden Melaju ke Final Setelah Tekuk PS Badung 3-2

SKUAD Perseden sebelum kick off menghadapi PS Badung, pada babak semifinal Liga 3 Rayon Bali 2022, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/9/2022). foto: ist

MANGUPURA – Perseden Denpasar yang nasibnya sempat di ujung tanduk dalam perebutan tiket ke semifinal, akhirnya melaju ke Final Liga 3 Rayon Bali 2022, setelah sukses menekuk PS Badung dengan skor tipis 3-2, di Stadion Yoga Perkanthi Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (14/9/2022).

Keberhasilan Perseden melaju ke final bisa dikatakan sedikit berbau keberuntungan. Betapa tidak, Laskar Catur Muka muda yang murni 100 persen diperkuat tim Porprov Denpasar (peman kelahiran 2002) sempat tertinggal 1-2 hingga menit 84, sebelum akhirnya melakukan comeback luar biasa dengan mencetak 2 gol dalam kurun waktu enam menit yang diwarnai keputusan ”penalti konyol.”

Bacaan Lainnya

Pada laga yang dipimpin Wasit Khotib Ibnu Hazar dari Jembrana, Perseden lebih dulu unggul 1-0 pada menit ke-18, setelah Wayan Rival Adi Prastama menjebol gawang PS Badung yang dikawal Hendra Giri Saputra. Gol Rival bertahan sampai jeda.

Di babak kedua, PS Badung langsung tampil menyerang yang kerap merepotkan pertahanan lawan. Gol yang diharapkan akhirnya tercipta melalui titik penalti di menit 69, setelah pemain belakang Perseden melakukan pelanggaran di daerah 16 besar mereka.

Penyerang Angga Pratama Wicaksana yang bertugas sebagai algojo PS Badung berhasil memanfaatkan penalti itu dengan baik, setelah tendangannya gagal ditepis kiper Perseden Dewa Gede Agung Sandiantara.

Bahkan tiga menit berselang tepatnya menit ke-72, anak-anak asuhan Pelatih Nyoman Sujata itu berbalik unggul 2-1 setelah giliran pemain senior juga kapten PS Badung Kadek Dwi Diyan Divayana memaksa kiper Sandiantara untuk keduakalinya memungut bola dari sarangnya.

Tertinggal 1-2, Perseden langsung merespon dengan meningkatkan itensitas serangannya. Sementara PS Badung mulai sedikit men-delay permainannya dan tentunya fokus pada pertahanan untuk mempertahankan keunggulan mereka.

Tapi strategi slow down ini justru jadi bumerang, karena seakan memberi celah lawan lebih leluasa melakukan serangan. Hingga pada akhirnya, pemain belakang PS Badung Putu Agus Fernanda Putra tak punya pilihan lain kecuali harus menjatuhkan penyerang Perseden Ronaldo Cevan Atilla di daerah terlarang.

Tapi Wasit Khotib justru menilai jatuhnya Ronaldo di luar garis 16 besar, tapi langsung diprotes para pemain dan ofisial Perseden. Bahkan pelatih kepala Made Pasek Alit sempat menarik para pemainnya untuk tidak melanjutkan pertandingan.

Wasit Khotib panik, ia langsung berdiskusi dengan asisten wasit. Entah apa yang didiskusikan, Wasit Khotib akhirnya mengubah keputusannya dengan memberikan hukuman penalti kepada PS Badung. Dalam tayangan live streaming di kanal youtube pssibalitv, terlihat jatuhnya Ronaldo memang di dalam kotak 16 besar.

Berubahnya keputusan wasit juga diprotes anak-anak PS Badung, tapi tak digubris Wasit Khotib. Dan, momen menyamakan kedudukan 2-2 dimanfaatkan dengan baik oleh kapten Perseden Polycharpus Patristo Palut di menit ke-85, setelah tendangannya salah diantisipasi kiper Hendra Giri Saputra.

Kiper Blunder
Inilah seninya sepakbola, saat laga diperkirakan lanjut ke babak exktra time (perpanjangan waktu), justru Perseden bisa membuat gol ketiganya di menit 90. Gol ini bermula dari blunder kiper Hendra Giri Saputra yang keluar sarang menghalau bola lambung hingga berbenturan dengan rekannya.

Bola liar akibat halauan tak sempurna Hendra, kemudian dimanfaatkan pemain tengah Genta Athif Athillah. Melihat gawang PS Badung yang kosong, Genta langsung melepaskan tendangannya dan gol, 3-2 untuk Perseden.

PS Badung yang giliran tertinggal berusaha memanfaatkan sisa waktu tambahan 6 menit. Tetapi usaha yang dilakukan tak bisa membuahkan hasil, dan skor 3-2 untuk keunggulan Perseden tetap bertahan sampai peluit panjang.

Usai pertandingan tersebut, Pelatih Kepala Perseden Made Pasek Alit memuji semangat dan kesabaran para pemainnya walau tertinggal 1-2 sampai menit 84. ”Ini berkat kerja keras para pemain kami, selain itu keberuntungan juga sedikit memihak Perseden,” ucapnya.

Secara keseluruhan, permainan kedua tim sangat seimbang. ”Sebelum laga semifinal ini, saya memang tekankan kepada anak-anak untuk bermain lebih sabar, selain memompa semangat mereka,” imbuh Pasek Alit.

Hal senada juga diucapkan Manajer Tim Perseden, Made Diatmika. Menurutnya, setiap pertemuan Denpasar dan Badung pasti menyajikan permainan seru. ”Permainan sangat seimbang, kedua tim sama-sama ngotot untuk meraih kemenangan. Tapi, kerja keras pemain akhirnya diberkati keberuntungan,” katanya.

Pada laga babak semifinal, Perseden masih menunggu pemenang antara PSAD Udayana kontra Singaraja Zone Fair Play (ZF) yang dilangsungkan Kamis (15/9/2022) pukul 14.30 Wita. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses