Populasi Belum Normal, Daging Babi Rp90 Ribu Per Kilo

  • Whatsapp
PETERNAK babi saat membersihkan kandang. Akibat populasi belum normal, daging babi Rp90 ribu per kilo. Foto: gia
PETERNAK babi saat membersihkan kandang. Akibat populasi belum normal, daging babi Rp90 ribu per kilo. Foto: gia

BANGLI – Harga daging babi melonjak tajam belakangan ini di Bangli, diduga karena populasi belum normal usai adanya serangan African Swine Fever (ASF) beberapa waktu lalu. Di pasaran, untuk satu kilogram daging babi dihargai Rp90 ribu.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli, I Wayan Sarma, Minggu (27/12/2020) membenarkan harga babi potong di Bangli menembus Rp45 ribu per kilo. Sebagai rentetannya, harga daging babi di pasaran juga terkerek signifian. “Harga daging babi menembus 90 ribu per kilo, awalnya hanya 60 ribu sampai 70 ribu per kilo,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Kenaikan harga tersebut, ujarnya, tidak terlepas dari belum normalnya pertumbuhan populasi babi di Bangli usai serangan ASF. Dia melihat masih banyak peternak masih trauma terhadap serangan penyakit tersebut. “Bagi peternak yang belum sempat diserang ASF, kami tidak menganjurkan untuk menambah populasi. Minimal selama enam bulan kandang harus dikosongkan, dan secara kontinyu disemprot disinfektan untuk membunuh kuman di kandang,” ulasnya.

Sejauh ini, imbuhnya, populasi babi di Bangli mencapai 46.828 ekor. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 12 ribu ekor lebih dibanding populasi babi tahun 2019.

Menurut salah seorang peternak babi, AA Ketut Gede, saat ini dia belum berani mengembangkan ternak babi dalam jumlah besar. Dia masih trauma dengan serangan penyakit ASF yang mengakibatkan babinya mati. “Saat ini saya baru mencoba mengembangkan tiga ekor indukan, semoga kondisinya aman-aman saja,” ujarnya. gia

Baca juga :  Polemik Tanah “Duwe” Pura, Kompada Desak Klian Adat Kubutambahan Gelar Paruman Agung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.