Percepat Donor Plasma Konvalesen, PMI Buleleng Dambakan Mesin Apheresi

  • Whatsapp
KETUA PMI Buleleng, Nyoman Sutjidra saat melakukan pengecekan peralatan yang ada di gedung UDD PMI Buleleng, Senin (11/10/2021). Foto: rik

BULELENG – Hingga saat ini Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng masih belum memiliki mesin apheresis. Mesin itu sangat diperlukan untuk mempercepat donor plasma konvalesen bagi penderita Covid-19 ataupun para penyintas yang ingin melakukan donor.

Ketua PMI Buleleng yang juga Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengatakan, untuk menyiapkan plasma konvalesen diperlukan sebuah alat atau mesin apheresis. Hanya saja di PMI Buleleng belum memiliki mesin ini, sedangkan di PMI Bali sudah tersedia. Jika ada pengadaan mesin apheresis dari Pemerintah Pusat, pihaknya akan memohon alokasinya agar dibawa ke Buleleng.

Bacaan Lainnya

Menurut Sutjidra, potensi dari donor plasma konvalesen di Buleleng sangat tinggi. “Saya harap dan akan dimohonkan untuk ditaruh di Buleleng jika ada bantuan mesin apheresis dari Pusat. Jika ada mesinnya, kami bisa menyiapkan plasma konvalesen untuk pasien Covid-19 yang membutuhkan,” kata Sutjidra, Senin (11/10/2021) usai melantik para pengurus PMI kecamatan se-Buleleng dan meresmikan gedung Unit Donor Darah (UDD) PMI Buleleng.

Untuk dapat menjadi pendonor plasma konvalesen, tentunya ada syarat yang harus dipenuhi. Seperti sudah sembuh dari Covid-19 yang dibuktikan dengan surat keterangan diberikan oleh rumah sakit. Ada pengecekan titer antibodi.

Baca juga :  KPI Desak Pemerintah Buka Celah Pemberangkatan Pekerja Migran Jelang Normal Baru

Jika jumlah titer antibodinya memenuhi syarat baru bisa menjadi pendonor plasma konvalesen.Setelah itu, baru diambil plasma darah dengan menggunakan mesin apheresis. “Kami kirim darah dari penyintas ke Denpasar untuk bisa diambil plasmanya dengan mesin apheresis,” ujar Sutjidra.

Selama ini Pemkab Buleleng maupun PMI Buleleng terus mengimbau masyarakat khususnya penyintas Covid-19 agar melakukan donor plasma konvalesen. Screening donor plasma konvalesen sudah pernah dilakukan di Rumah Sakit Tentara (RST) Singaraja. Usai dilakukan screening, darah dikirim ke Denpasar untuk diambil plasmanya.

Sutjidra menjelaskan, proses pengiriman ke Denpasar ini yang memerlukan waktu yakni satu sampai dua hari lamanya. “Jika mobilisasi untuk pendonor plasma konvalesen ke Denpasar, itu tidak mungkin, mereka keberatan. Jika dikirim, memerlukan waktu sekitar satu sampai dua hari. Kalau alatnya ada di Buleleng, kami bisa langsung melayani,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.