Pengurus Paguyuban Seniman Bali Dikukuhkan

PENGUKUHAN Pengurus Paguyuban Seniman Bali, di Pura Samuantiga di Desa Bedulu, Blahbatuh, Rabu (16/3/2022) malam. Foto: adi

GIANYAR – Memberi dharma wacana (ceramah agama) saat pengukuhan Pengurus Paguyuban Seniman Bali (PSB), Rabu (16/3/2022) malam, Ida Pedanda Gede Putra Kekeran menitipkan tugas berat kepada Paguyuban Seniman Bali (PSB). Mereka diminta bisa menghidupkan wantilan seluruh Bali.

“Banyak wantilan baru didirikan di Gianyar, di Bali, berapa miliar itu anggarannya? Kalau sudah selesai wantilan, mau diapakan? Jadi, ada tugas besar untuk PSB, bagaimana agar wantilan itu bisa hidup dengan ragam seni. Peranda akan lihat aksi nyatanya nanti,” pesannya.

Bacaan Lainnya

Pengurus PSB dikukuhkan secara sekala-niskala di Pura Samuantiga di Desa Bedulu, Blahbatuh. Secara niskala melalui upacara mejaya-jaya yang di-puput Ida Pedanda Gede Putra Kekeran, dan secara sekala dengan penyematan bunga oleh Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar, I Gusti Agung Widyawati. Sebagai Ketua PSB Provinsi Bali yakni I Made Kerta Suwirya.

Kreator seni Banjar Bedil, Desa Sukawati ini menjalankan roda organisasi paguyuban bersama sembilan ketua PSB kabupaten/kota se-Bali. Juga sejumlah seniman kenamaan Bali seperti trio pelawak Celekontong Mas; I Nyoman Ardika alias Sengap, Komang Dedi Diana alias Tompel, Ketut Rudita atau yang dikenal sebagai Sokir. Selain itu juga ada Ketut Suanda alias Cedil.

Baca juga :  Fraksi Gerindra Desak Penugasan Pjs Ketua Gerindra Bali

Ida Pedanda memaparkan, kesenian sangat erat kaitannya dengan yadnya (pengorbanan suci) yang dilaksanakan umat Hindu di Bali. Satyam, siwam, sundaram, begitulah yang disebutkan dalam sastra Bali yang berarti kecantikan atau keindahan, ketenangan, kedamaian.

PSB diminta ketika ngayah (kewajiban ikhlas) agar menjalankan sundaram atau kedamaian. “Karena Agama Hindu di Bali tidak bisa lepas dari sundaram. Tidak ada pelaksanaan agama yang dilaksanakan di Bali tanpa menghadirkan seni,” jelasnya.

Maka itu, Ida Pedanda mengapresiasi PSB ini agar meningkatkan ayah-ayahan atau kewajiban. Apalagi di Bali saat ini sedang dibangun Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung. Menurut Pedanda, para seniman yang akan memanfaatkan tempat itu ke depannya. Bagi yang sudah berjalan, diingatkan untuk ditingkatkan lagi.

Selain itu, sambungnya, buatkan aturan yang bagus untuk”memaksa” orang tidak bisa menjadi bisa. Banjar ada delapan misalnya, silakan bagi tugas. Yang mengaku tidak bisa megambel,direkrut untuk diajari megambel di wantilan dengan didukung PSB.

“Ini pekerjaan besar, hitung berapa wantilan sekarang di Bali? Berapa seni yang akan ditampilkan? Banyak,” urainya sembari optimis PSB dapat membantu Dinas Kebudayaan Kabupaten maupun Provinsi dalam hal pembinaan seni.

Untuk Ketua PSB Gianyar diisi Ketut Wirtawan, Ketua PSB Denpasar dijabat Putu Adi Sujana, PSB Buleleng dipimpin Gede Pande Satria, dan PSB Jembrana dikomandoi I Gede Satria Budhi Utama. Ketua PSB Karangasem diduduki I Kadek Suryanta Antara.

Baca juga :  ST Bina Marga, Ubud Bakal Gelar Beragam Lomba Secara Virtual

Ketua PSB Klungkung dipegang I Wayan Susana, Ketua PSB Badung dipegang I Wayan Agun Adi Putra, serta I Nyoman Johnson menakhodai PSB Bangli; dan Ketua PSB Tabanan dipegang I Nyoman Sujana.

Bupati Gianyar dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Widyawati, berharap PSB sebagai wadah pelaku seni dapat berperan aktif dan berkontribusi nyata dalam pengembangan seni.

“Kami mengajak seluruh jajaran PSB dapat mengambil peran dalam melaksanakan pembinaan, guna mempersiapkan generasi muda kita sebagai generasi penerus,” ajaknya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.