TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan jawaban dan penjelasan terhadap pemandangan umum DPRD Tabanan, yang disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-15 dan 16, masa persidangan III tahun 2021 DPRD Kabupaten Tabanan, di TCC Kantor Bupati Tabanan, Kamis (18/11/2021). Rapat tersebut dilakukan secara virtual, yang juga dihadiri Wabup I Made Edi Wirawan.
Sanjaya mengapresiasi Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi Nasional Demokrat, yang menyampaikan pemandangan umum terhadap ranperda tersebut. Hasil yang disimpulkan bahwa pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,738 triliun, mengalami penurunan Rp127,965 milar dari anggaran induk TA 2021.
Turunnya pendapatan daerah tersebut, terungkap karena pendapatan transfer pusat maupun provinsi yang menurun sebesar Rp100,514 miliar, dan lain-lain pendapatan daerah juga menurun sebesar Rp42,595 miliar.
Dikatakan, PAD mengalami peningkatan Rp15,144 miliar. “Hal tersebut harus didukung dengan tujuh langkah dan upaya, serta kiat-kiat yang dilakukan untuk mencapai target. Beberapa di antaranya upaya mengembangkan peran dan fungsi perangkat daerah penghasil dan BUMD dalam pelayanan dan pendapatan,” ungkapnya.
Di samping itu, juga mengembangkan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang memperhatikan aspek legalitas, keadilan, kepentingan umum, karakteristik daerah, dan kemampuan masyarakat, dengan memegang prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparasi.
Langkah selanjutnya adalah mengembangkan pelayanan dan perlindungan masyarakat, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah. Mengembangkan pengelolaan aset daerah dan mengembangkan kinerja pendapatan daerah, melalui penyempurnaan sistem administrasi dan efisiensi penggunaan anggaran daerah yang berbasis e-digital.
“Sesuai saran Dewan, kami sepakat untuk melakukan langkah-langkah yang efektif dalam pengelolaan anggaran daerah, dengan melakukan penghematan, sehingga pengeluaran benar-benar diperuntukkan dalam program prioritas daerah. Hal itu guna menciptakan efek yang berlipat ganda terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta bisa menciptakan nilai manfaat yang lebih baik pada masa mendatang,” tandas Sanjaya. gap
























