Penerapan Ganjil-Genap untuk Antisipasi Gelombang Kejut

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta. foto: ist

DENPASAR – Rencana pengaturan sistem ganjil- genap nomor kendaraan bermotor yang akan memasuki Pantai Kuta dan Sanur mengemuka dalam rapat evaluasi lintas instansi yang diinisiasi Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali, pada Jumat (17/9/2021). Rencana penerapan ganjil-genap itu selain untuk mengatasi kemacetan, juga terutama untuk mengendalikan dan mengatur fluktuasi jumlah pengunjung ke dua DTW favorit itu.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta mengungkapkan, menindaklanjuti arahan PPKM Level 3 dan mengantisipasi terjadinya gelombang kejut (shock wave) karena mulai dibukanya daerah tujuan wisata di Bali, pihaknya menggelar rapat dengan sejumlah instansi tentang rencana pengaturan lalu lintas dengan sistem ganjil-genap di Bali.

Bacaan Lainnya

Rapat yang digelar di Kantor Dinas Perhubungan Pemprov Bali di Denpasar itu berlangsung Jumat (17/9/2021) dan diikuti Ditlantas Polda Bali, Dishub Kota Denpasar, Dishub Kab Badung, BPBD Provinsi Bali, serta pimpinan Satpol PP Provinsi Bali, Satpol PP Kota Denpasar, dan Satpol PP Kab Badung.

Samsi Gunarta menjelaskan, tujuan dari pengaturan ini adalah mengendalikan dan mengatur fluktuasi kunjungan DTW, memastikan terjadinya pelonggaran secara bertahap, sehingga kerumunan dapat dihindarkan. Pengaturan sistem ganjil – genap kendaraan bermotor akan dilaksanakan di Pantai Sanur, Kota Denpasar dan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Aturan ganjil-genap menyesuaikan antara angka nomor terakhir pelat nomor kendaraan dengan tanggal kalender.

Baca juga :  Pentingnya Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19

Lanjutnya, apabila pada hari Sabtu tanggal ganjil maka hanya kendaraan dengan angka terakhir ganjil pada pelat nomor kendaraan diperbolehkan lewat atau masuk. Untuk kendaraan dengan angka terakhir genap tidak diperbolehkan masuk menuju ke Pantai Sanur dan Pantai Kuta. “Kendaraan dengan nomor akhir pelat yang tidak sesuai akan diminta untuk memutar balik. Demikian pula sebaliknya,” ujar Samsi.

Dia menambahkan, aturan ganjil – genap berlaku untuk kendaraan perseorangan roda 4 dan roda 2 (plat dasar hitam dan tulisan putih). Kata dia, pengaturan sistem ganjil – genap berlaku di semua jalan akses ke Pantai Sanur dan jalan akses ke Pantai Kuta yang diawasi secara langsung oleh Satgas Gotong Royong dengan pendampingan dari Jajaran Polda Bali, Dishub, dan Satpol PP.

‘’Pengaturan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, hari libur nasional, dan hari libur fakultatif daerah pada pukul 06.30 – 09.30 dan pukul 15.00- 18.00 Wita,’’ bebernya.

Samsi mengungkapkan, ketentuan ini diberlakukan dengan Surat Edaran Gubernur Bali. Ancer-ancer pengaturan ini berlaku mulai minggu depan, akhir September 2021 atau menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Gubernur. Dikatakan, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Satgas Gotong Royong, didampingi oleh jajaran Polda Bali, Dishub Provinsi (Denpasar dan Badung), BPBD, serta Satpol PP Provinsi Bali, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung.

‘’Kegiatan Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media untuk menggugah kesadaran masyarakat dan mulai menyesuaikan diri menjelang pemberlakuan resmi pengaturan tersebut,’’ tandas Samsi. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.