Kadishub Denpasar Harap Ganjil-Genap Dikaji Dulu

  • Whatsapp
KADISHUB Denpasar, I Ketut Sriawan. foto: ist

DENPASAR – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Denpasar, Ketut Sriawan, meminta agar rencana penerapan lalu lintas ganjil-genap di kawasan pariwisata Sanur dilakukan kajian terlebih dahulu. Menurutnya, perlu ada kajian secara komprehensif supaya tidak menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

“Yang jelas kaji dulu dengan baik agar semua masyarakat merasa nyaman di tengah kesulitan ekonomi saat ini. Psikologis masyarakat harus terjaga dengan baik agar imunitas meningkat,” ujar Sriawan, Minggu (19/9/2021).

Bacaan Lainnya

Dia berpendapat, walaupun tujuan dari penerapan kebijakan ini baik untuk pembatasan pergerakan orang, tetapi perlu juga dipikirkan terkait kondisi masyarakat. Para pelaku UMKM di kawasan Sanur, desa adat, perbekel, lurah, Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) mestinya diajak duduk bersama. “Maksud ganjil-genap ini baik, tetapi apa perlu di Bali diterapkan saat ini?” ujarnya.

Sriawan menyampaikan, saat ini Pemerintah Pusat sudah menerapkan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk kawasan wisata. Seharusnya hal itu yang lebih dimantapkan karena dengan penerapan aplikasi ini bisa mengetahui kapasitas pantai dan menyaring orang masuk. Pemkot Denpasar juga sudah menggencarkan vaksinasi Covid-19.

Menurut Sriawan, lebih baik menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek wisata ketimbang membatasi kendaraan dengan sistem ganjil-genap.

Baca juga :  Diskominfo Gianyar Belajar Pengelolaan Informasi ke Mataram


“Urgensinya perlu dipertimbangkan. Cara pembatasannya perlu dikaji, di ruas jalan apa di objek wisata itu sendiri. Karena sudah ada vaksinasi, ada PeduliLindungi sebagai alat kontrolnya, prokes juga. Hal-hal ini perlu kajian matang agar semua senang dan nyaman sehingga dilaksanakan dengan jiwa gotong-royong,” kata Sriawan.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira. Menurut wakil rakyat asal Sanur ini, mestinya ada kajian maksimal sebelum pengaturan ganjil-genap diterapkan. “Bagaimana cara pemerintah provinsi mengkaji sebuah daerah harus sampai menerapkan ganjil-genap? Separah itukah Sanur? jadi harus ada kajiannya dulu,” tegasnya Minggu (19/9/2021).

Wandhira pun mempertanyakan, apakah pengaturan lalu lintas kendaraan merupakan solusi dalam penanganan pandemi? Dia mengingatkan, jangan sampai penerapan kebijakan ini justru kembali mengulang kerumunan-kerumunan di jalan raya seperti penyekatan-penyekatan saat PPKM sebelumnya.

Dia juga mempertanyakan, bagaimana pula ketika warga masyarakat hanya memiliki satu kendaraan saja sebagai sarana bekerja. “Seandainya masyarakat memiliki hanya satu motor atau satu mobil saja, lalu bagaimana? Seandainya pas tanggal ganjil, warga punya motor dengan plat genap, apakah dia tidak jualan? Maka dari itu, kajiannya harus menyeluruh,” tegasnya lagi.

Wandhira sangat mengapresiasi kebijakan pembukaan pariwisata setelah PPKM di Bali turun ke level 3. Namun demikian, dia meminta pemerintah agar jangan memberatkan masyarakat lagi dengan kebijakan yang kontraproduktif dengan upaya pemulihan perekonomian masyarakat. Apalagi kawasan Sanur sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona hijau pariwisata, dan masyarakatnya pun sudah hampir 100 persen tervaksinasi.

Baca juga :  Sudah Pernah Dirazia, Balik Lagi Melanggar Parkir

“Sebaiknya masyarakat jangan dikungkung, beri dia keleluasaan beraktivitas, cuma dengan catatan sudah memiliki sertifikat vaksin lengkap. Kalau lagi ada pembatasan seperti itu berarti pemerintah meragukan vaksin yang diberikan kepada masyarakat. Kalau memang masih banyak yang belum divaksin, siapkan fasilitas untuk vaksinasi di daerah pariwisata,” katanya.

Politisi Golkar ini menambahkan, untuk menekan kasus Covid di Bali khususnya di Denpasar, pengawasan oleh aparat kepolisian, TNI, dan pihak terkait masih diperlukan. Dengan vaksinasi dan penerapan prokes, menurutnya sudah cukup dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Jadi, bukan dengan ganjil-genap itu,” pungkasnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.