Pendapatan Indonesia Diklaim Naik Kelas, Demer Apresiasi Airlangga, Perbaikan Ekonomi Bali Jadi Prioritas

Sumarjaya Linggih. Foto: ist
Sumarjaya Linggih. Foto: ist

DENPASAR – Indonesia saat ini diklaim kembali naik kelas dari negara berpendapatan menengah ke bawah menjadi negara berpendapatan menengah ke atas. Meski masih sebatas klaim sepihak dari Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, tapi Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, I Gde Sumarjaya Linggih, tetap mengapresiasi kinerja Airlangga. “Ketika ekonomi negara kita masih bertahan, saya rasa itu bisa dilihat sebagai salah satu indikator,” kata Demer, sapaan akrabnya, Sabtu (19/2/2022).

Sebelumnya, dikutip dari kumparan.com edisi Jumat (18/2/2022), Erlangga mengklaim Indonesia kembali naik kelas dari negara lower middle income menjadi negara upper middle income).Airlangga mendasarkan klaim itu berdasarkan data BPS, yang menyebut PDB Indonesia per kapita tahun lalu naik menjadi sebesar Rp62,2 juta atau setara USD 4.349,5. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mencapai 3,7 persen pada 2021.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, di tengah situasi pandemi COVID-19, ada kabar baik untuk bangsa kita. Indonesia kembali masuk dalam jajaran negara dengan pendapatan menengah atas. Hal ini didasarkan pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 mencapai 3,7 persen year on year. Angka ini telah melampaui capaian sebelum pandemi Covid-19,” tulis Airlangga seperti dikutipkumparan.com dari akun Instagram resminya, Jumat (18/2/2022).

Menurut Demer, ekonomi Indonesia sampai kini bisa bertahan tidak terlepas dari kinerja yang bagus di bidang ekonomi yang dikoordinir Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Di mata dunia usaha luar negeri, sebutnya, Indonesia sangat menarik untuk investasi karena memiliki sumber daya alam yang sangat banyak, juga sumber daya manusia yang berlimpah. Kondisi itu makin menarik untuk dunia usaha dengan adanya UU Cipta Kerja yang memudahkan orang berusaha.

“Orang berinvestasi sekarang makin mudah, dan itu menjadikan perekonomian kita makin baik juga. Dengan perekonomian membaik, jelas dampak ikutannya adalah pendapatan per kapita pasti akan naik,” urai polisi Partai Golkar itu.

Disinggung klaim Airlangga kurang akurat, karena ekonomi Bali saja sampai kini masih kontraksi, Demer tidak menepis realita itu. Namun, dia menguraikan Golkar terus mendorong agar program pemerintah pusat untuk terus dibawa ke Bali. Termasuk ketika ada anggaran pemerintah di departemen atau kementerian, bikin acaranya di Bali. Meski diakui belum terlalu signifikan mengangkat ekonomi Bali, tapi upaya itu menunjukkan bagaimana pusat berupaya maksimal menyelamatkan ekonomi Bali.

“Sekarang misalnya mau dibuka juga 1 April tidak perlu karantina lagi bagi wisatawan asing, saya yakin itu akan makin berdampak signifikan. Ya karena Omicron masih tinggi, tentunya yang bisa diarahkan ke Bali sementara hanya lembaga pemerintahan dulu, karena mereka yang jelas punya anggaran,” terang Korwil Bali-Nusa Tenggara Partai Golkar tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses