Selamat Jalan Pak Adnyana, Sakit Jantung, Ketua Komisi I DPRD Bali Berpulang

NYOMAN Adnyana (kanan) foto bersama Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose, usai pelantikan sebagai anggota DPRD Bali, 1 Oktober 2019. Foto: hen
NYOMAN Adnyana (kanan) foto bersama Kapolda Bali, Irjen Petrus Reinhard Golose, usai pelantikan sebagai anggota DPRD Bali, 1 Oktober 2019. Foto: hen

DENPASAR – Kelakarnya acapkali hadir memecah keseriusan suasana rapat kerja antara Komisi I DPRD Bali dengan eksekutif. Tak jarang politisi senior PDIP itu memakai kondisi diri yang berkepala licin sebagai bahan candaan untuk memantik tawa peserta rapat. Namun, suasana seperti itu tidak akan terjadi lagi, karena sosok I Nyoman Adnyana, sang Ketua Komisi I, berpulang pada Sabtu (19/2/2022).

“Selamat jalan Bapak Nyoman Adnyana, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali. Dumogi amor ring acintya (semoga bersatu dengan-Nya),” tulis Sekretaris DPRD Bali, I Gede Suralaga, lewat grup Whatsapp jurnalis di lingkungan DPRD Bali.

Read More

“Beliau sakit jantung. Informasinya, untuk sementara jenazah almarhum dititip di RSUP Sanglah. Selanjutnya dibawa ke rumah duka di Sekaan, Kecamatan Kintamani, Bangli hari Kamis (24/2/2022), Jumat (25/2/2022) upacara nyiramin, Sabtu (26/2/2022) upacara ngaben-nya,” jelas Suralaga, Minggu (20/2/2022).

Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, turut menyuarakan rasa kehilangan. Kata dia, lahir, hidup, dan mati ada di tangan-Nya. Bila sudah sudah Tuhan berkehendak, suka tidak suka kita mesti mengikhlaskan.

‘’Kita juga harus berusaha menjaga kesehatan kita  masing-masing. Saya merasa kehilangan teman yang baik, pekerja keras dan tanggung jawab. Amor ring acintya,’’ ungkapnya via Whatsapp.

Bagi Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, almarhum merupakan sahabat yang baik meski mereka tak jarang berbeda pandangan dalam bekerja. Namun, perbedaan itu tetap dalam bingkai saling menjaga dan saling menghormati. ‘’Akhir-akhirn ini beberapa kali beliau datang ke ruangan saya, dan sering menyampaikan beberapa hal sependapat,’’ kata politisi Partai Golkar ini.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, I Ketut Juliarta, mengaku sangat kehilangan sosok humoris tapi tegas yang dijadikan mentor itu. Sebagai pendatang baru di DPRD Bali, Juliarta merasa banyak mendapat pengalaman dan pembelajaran sejak bergaul dengan almarhum.

“Beliau sebagai Ketua Komisi I banyak memberi pengalaman dan pembelajaran kepada tyang (saya) yang bersama-sama bertugas di Komisi I. Masih jelas tergambar dalam ingatan kebersamaan selama 2,5 tahun bersama beliau. Semoga perjuangan beliau selama ini dapat terus diperjuangkan rekan-rekan di DPRD Provinsi Bali,” kisahnya dihubungi via telepon, Minggu (20/2/2022).

Meski berbeda partai, Juliarta mengagumi Adnyana yang dinilai sangat baik, peduli dan penuh canda tawa dalam bertugas di Komisi I. “Beliau juga tidak pelit ilmu dan materi,” sambungnya.

Anggota Komisi I, Made Rai Warsa, juga mengungkapkan kesedihan dalam atas berpulangnya Adnyana. Saat dihubungi, dia mengaku dinasihati Adnyana ketika kali pertama bertugas sebagai anggota DPRD Bali. Belajar dan terus belajar adalah pesan utama yang disampaikan Adnyana.

Dalam status di akun Facebook pribadinya, Rai Warsa menumpahkan rasa kehilangan senior satu partai sekaligus mentornya di Komisi yang membidangi hukum tersebut. “Selamat jalan mentor saya yang kebetulan ketua Komisi I DPRD Bali Bpk Nyoman Adnyana SH.MM (diwawancarai wartawan). Semoga mendapat tempat sesuai pengabdian, dan keluarga yang ditinggal berusaha tabah dan ikhlas. Sejak awal saya masuk parlemen Renon, beliau selalu berpesan, “Belajar dan belajar. Menganalisa persoalan secara jernih dengan berbagai pertimbangan. Jangan kehilangan idealisme dan sikap kritis. Apalagi Anda berlatar belakang wartawan,” begitu pesannya. Saya sebagai anggota Komisi I merasa sangat kehilangan,” demikian tulisnya di akun Facebook, yang dikutip atas seizin Rai Warsa.

Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali, Cokorda Gede Agung, yang dihubungi terpisah, juga menyuarakan kesedihan senada. Dia menilai kinerja Adnyana selaku kader partai sangat bagus di Komisi I, selain fleksibel dalam bergaul dengan kolega satu partai maupun beda partai. Sayang, maut membatasi kiprah dan perjuangan untuk menyuarakan aspirasi rakyat Bangli yang diwakili Adnyana.   

Tyang (saya) kaget juga dengarnya, kemarin diberitahu staf saya di Komisi 2. Informasi itu dari anaknya Pak Adnyana yang staf di DPRD. Nanti kami dari Fraksi ke rumah duka rencananya hari Jumat saat upacara nyiramin,” tuturnya.

Sebagai Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP, Cok Agung juga menyampaikan permohonan maaf atas nama almarhum kepada para jurnalis. “Namanya manusia pasti ada kekurangannya. Saya selaku pengurus partai minta maaf kepada rekan-rekan pers jika almarhum ada kesalahan, baik disengaja maupun tidak disengaja oleh almarhum, selama rekan-rekan berinteraksi atau meliput di DPRD,” ucapnya memungkasi. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.