MATARAM – Kader PDIP diminta tidak kasak-kusuk di internal partai atau di luar. Jika ada rumor yang diembuskan pihak tertentu, sebaiknya jangan dipedulikan. Setiap kader PDIP sejatinya harus tegak lurus dengan keputusan Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris DPD PDIP NTB, Lalu Budi Suryata, saat melantik pengurus enam PAC seluruh Kota Mataram di DPD PDIP NTB, Minggu (20/2/2022).
“Pelantikan ini langkah awal dari agenda memenangkan Pemilu 2024. Kader harus disiplin ideologi, organisasi, berpikir, bertindak dan berkata. Seluruh jajaran partai jangan kasak-kusuk di internal, karena hal itu akan melemahkan organisasi,” serunya dalam pelantikan yang dihadiri seluruh pengurus DPC, PAC se-Kota Mataram, dan jajaran pengurus DPD PDIP NTB itu.
Budi memaparkan, saat ini banyak pihak ingin memecah belah soliditas partai. Sebab, hasil survei terkini, elektabilitas PDIP masih berada di urutan tertinggi secara nasional. Menimbang keadaan itu, dia menginstruksi seluruh kader dan fungsionaris PDIP di wilayah Mataram agar jangan lengah. Apalagi pertarungan sesungguhnya yakni, Pemilu 2024, tinggal hitungan waktu.
Lebih jauh diungkapkan, beberapa waktu lalu ada kasak-kusuk terkait siapa kader yang akan diusung pada Pilpres 2024. Tapi, semua kembali kepada keputusan Ketua Umum. Kader tidak perlu ikut kasak-kusuk, yang akan membuat keruh suasana. Kalau ada yang membuat keruh, itu bukan orang PDIP.
“Kasak-kusuk tidak perlu didengar. Tugas kita jelas, bagaimana PDIP di wilayah Mataram bisa terus terjaga suaranya. Bila perlu meningkat kursinya,” tegas Budi.
Anggota DPRD NTB itu mengingatkan kader partai harus tetap solid, dan bergotong royong dalam melaksanakan semua agenda partai. Apalagi Megawati sering berpesan lewat Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat, agar kader di semua tingkatan menangis dan tertawa bersama rakyat. Jika sama-sama konsisten melaksanakan pesan itu, dia optimis target hattrick kemenangan Pemilu akan bisa terwujud pada Pemilu 2024.
Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet, berkata para PAC yang dilantik sebenarnya sudah bekerja lebih awal, yakni saat Pilkada Mataram 2020. Targetnya adalah bisa merebut 20 persen suara pada Pemilu 2024, dan itu artinya semua dapil harus terisi. “Satu dapil yang belum terisi, yakni Kecamatan Sekarbela, akan menjadi fokus kami garap di Pemilu 2024,” terangnya.
Ia menegaskan, agar target semua dapil terisi. Tentunya, penataan organisasi harus sudah mulai dilakukan. Di mana, seluruh jajaran harus tegak lurus dengan instruksi.
Khusus PDIP Mataram, dia berujar membentuk Badan Litbang yang berfungsi melakukan asesmen dan kajian seluruh kegiatan serta program partai. Dengan pola pemilu yang terus berubah, dia menilai semua program partai harus lebih terarah, struktur dan sistematis. Hal ini yang lagi digarap serius melalui Badan Litbang.
“Harapan kami, kemajuan global yang adaptif dengan mengedepankan teknologi informasi juga bisa mulai merambah para kader PDIP di Mataram,” jelas anggota DPRD NTB itu.
Kepada seluruh kader dan pengurus PAC, dia menginstruksikan harus bersinergi dengan ranting, serta anak rantingnya dalam menyukseskan target pada Pemilu 2024 di Mataram. Sesuai saran Sekretaris DPD, jika ada yang melanggar dan tidak mematuhi instruksi partai, maka sanksi akan diberikan. “Berjenjang, mulai dari peringatan hingga pemecatan jika tingkat pelanggarannya sudah berat,” seru Made Slamet memungkasi. rul
























