Pencegahan Politik Uang Dimulai dari Desa, KPU NTB Rintis Desa Peduli Pemilu di Barabali

  • Whatsapp
KETUA Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU Provinsi NTB, Agus Hilman (kanan); bersama Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid, saat membuka program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) antipolitik uang di Desa Barabali, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (20/10/2021). Foto: ist
KETUA Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU Provinsi NTB, Agus Hilman (kanan); bersama Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid, saat membuka program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) antipolitik uang di Desa Barabali, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (20/10/2021). Foto: ist

MATARAM – KPU NTB menyadari upaya melawan politik uang bukan pekerjaan mudah. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam membangun kekuatan bersama mencegah hal tersebut. Hal itu juga menjadi salah satu alasan KPU NTB merintis program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) antipolitik uang, yang dimulai dari masyarakat percontohan Desa DP-3 di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU NTB, Agus Hilman, yang menyampaikan pembekalan kedua untuk kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini, berharap dapat melahirkan pemilih-pemilih cerdas untuk demokrasi yang berkualitas. “Nanti para kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan ini akan bisa mengidentifikasi informasi hoaks Pemilu, serta menangkal praktik money politics (politik uang) dalam Pemilu maupun Pemilihan,” ujar Hilman, Rabu (20/10/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, dalam pembekalan di Desa Barabali itu, instansinya sengaja melibatkan Ketua Bawaslu NTB, M. Khuwailid, sebagai salah satu pembicara. Hal ini dimaksudkan agar mulai dibangun semangat kesadaran tentang bahaya politik uang dalam proses demokrasi.

Hilman menegaskan, Ketua Bawaslu NTB secara detail memberi pemahaman terkait langkah-langkah pencegahan politik uang, serta bagaimana cara pencegahannya. “Politik uang ancaman yang merusak sendi-sendi demokrasi. Karena itu penting dicegah, salah satu bentuk pencegahannya adalah dengan memberi kesadaran demokrasi kepada masyarakat,” tegas dia.

Baca juga :  Kapolres Tabanan Gandeng PHDI-MDA Cegah Penyebaran Covid-19

Selain itu, sambungnya, KPU NTB juga menghadirkan pakar komunikasi dari Universitas 45 Mataram, Irma El-Mira Husbuyanti. Irma memberi pembekalan kepada para kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan terkait teknik komunikasi publik. “Teknik komunikasi publik penting dimiliki, agar kita mampu menyampaikan arti pentingnya kesadaran berpolitik kepada masyarakat, terutama bahaya dari politik uang,” tandas Hilman. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.