Pemkab Bangli Didesak Sediakan Isolasi Terpusat

  • Whatsapp
KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Foto: gia
KETUA DPRD Bangli, I Ketut Suastika. Foto: gia

BANGLI – Memutus rantai penularan Covid-19, mau tidak mau daerah harus menyediakan tempat khusus yang representatif untuk dijadikan isolasi terpusat bagi warga Bangli yang berstatus OTG. Hal ini menyusul diputusnya anggaran isolasi di hotel oleh pusat. “Daerah mencari tempat untuk isolasi, jadi Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangli harus segera membahas hal tersebut,” kata Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, Senin (22/2/2021).

Menurutnya, isolasi terpusat sangat perlu dilakukan untuk memudahkan pengawasan. Sebab, untuk isolasi mandiri di rumah, masyarakat belum tahu persis bagaimana prokes untuk penanganan OTG, alat pelindung Diri (APD) seperti apa, siapa yang melakukan pelayanan, dan sebagainya. “Saya khawatir jika isolasi mandiri ini diterapkan akan bisa menambah penularan,” ulasnya.

Bacaan Lainnya

Solusi yang ditawarkan, Pemkab Bangli harus membuat perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang. Untuk jngka pendeknya, menyediakan tempat isolasi terpusat dulu untuk memudahkan pengawasan dan pelayanan prokes. Masalah di mana tempatnya, Pemkab segera melakukan kajian  dengan menekankan kepada representatif dulu. “Kalau tidak salah SKB dulu sempat diwacanakan untuk isolasi, itu kembali dilakukan kajian. Bagi saya tempat harus representatif,” tegasnya.

Membincang anggaran, kata dia, penanganan Covid-19 mau tidak mau daerah harus menyediakannya, karena ini merupakan bencana. Tidak ada yang dapat memprediksi berapa jumlah warga kena, jadi Pemkab berkewajiban untuk penanganannya. Satgas harus segera membahas dan mendapat kesimpulan. “Jangan sampai warga sudah berjatuhan kena Covid, baru ambil tindakan dan mencari tempat isolasi. Kalau dulu isolasi terpusat ditanggung pusat, setelah diputus pusat maka harus daerah yang menanggung,” pungkasnya. gia

Baca juga :  Limbah Bekas Penanganan Covid-19 Harus Diapakan?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.