Pemilu 2024 Jadi Barometer Desa Peduli Pemilu, Bali Target Parmas Lampaui Nasional

  • Whatsapp
LIDARTAWAN saat membuka program Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan di Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu (24/10/2021). Foto: ist
LIDARTAWAN saat membuka program Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan di Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu (24/10/2021). Foto: ist

MANGUPURA – Program Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan 2021 diminta tak sekadar seremonial belaka. Barometer keberhasilan program itu akan terlihat saat Pemilu Serentak 2024 dilangsungkan, antara lain dengan tingkat partisipasi pemilih (parmas) yang “menggembirakan”. Hal itu diutarakan Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat membuka pembekalan materi ketiga Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan 2021 di Jimbaran, Kutsel, Badung, Minggu (24/10/2021).

Lidartawan mengatakan, program KPU RI ini merupakan proyek percontohan di seluruh Indonesia. Karena itu, KPU Bali akan membincang hasil program itu sebagai bahan evaluasi yang akan dibawa ke Rapat Pimpinan KPU seluruh Indonesia pada 12-14 November mendatang. “Ini akan kami laporkan dan membuat terobosan untuk dilanjutkan secara lebih aktual ke publik. Untuk itu masukan dari peserta penting dalam membangun kesadaran individu untuk partisipasi aktif pemilih,” urainya didampingi Ketua KPU Badung, I Wayan Semara Cipta; Plt Kesbangpolinmas Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi; dan komisioner KPU Bali, I Gede John Darmawan.

Bacaan Lainnya

Karena KPU Bali sangat konsen dengan target melebihi rerata parmas nasional, program Desa/Kelurahan Peduli Pemilu dan Pemilihan in tak boleh sekadar berjalan. Hasilnya akan dipantau dengan barometer parmas saat Pemilu Serentak 2024, sehingga tersingkap apakah eksekusi program benar-benar menyentuh esensi atau sekadar pembinaan masyarakat saja. “Kami minta Pemprov juga membantu daerah yang parmasnya rendah, misalnya dengan pendampingan sosialisasi pemilu berikutnya. Kita cari relawan di kabupaten lain untuk parmas bisa lebih baik,” ucap Lidartawan sembari melirik Darmadi.

Baca juga :  Gunakan Pesawat Hercules, Pusat Kembali Kirim Ribuan APD untuk Bali

Menurut Darmadi, meski kondisi keuangan sedang suram akibat pandemi, Pemprov Bali tetap serius menyikapi agenda politik nasional dan lokal, antara lain menyediakan anggaran untuk KPU dan Bawaslu Bali sebagai mitra pemerintah. Melihat tren menurunnya angka positif Covid-19 di Bali dan nasional, dia optimis ekonomi Bali dapat membaik tahun 2022, dan itu berkelindan dengan optimisme pemerintah dapat membiayai hajatan tahapan politik sampai 2024.

“Saya harap 2022 kita dapat lebih baik, target partisipasi masyarakat bisa tercapai, dengan dan pemilih pemula yang wajib disasar dengan cara milenial, bukan tradisional. Bali selama ini selalu jadi barometer politik nasional, karena kita, tidak seperti di daerah lain, selalu damai setiap ada hajatan politik,” tandasnya.

Sebagai pembawa materi dalam program ini, KPU menghadirkan dosen FISIP Undiknas, I Nyoman Subanda;  penggiat Pemilu, Ketut Udi Prayudi; dan jurnalis POS BALI, Agus Putra Mahendra. Subanda membawakan materi terkait modus dan solusi kampanye SARA, Mahendra dengan materi teknik dan metode identifikasi hoaks, dan Udi Prayudi dengan materi jembatan kepemiluan dan pengembangan diri. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.