Panji-Budi Bidik 56 Persen Kemenangan, Lancar Kampanye Dipakai Indikator

  • Whatsapp
Putu Pidada (kiri) selaku Korwil Partai Golkar untuk Pemenangan Pilkada Tabanan saat melaporkan perkembangan terkini terkait perjalanan paslon Panji-Budi yang diusung Golkar dan koalisi, Rabu (25/11/2020) lalu. Foto: gus hendra
Putu Pidada (kiri) selaku Korwil Partai Golkar untuk Pemenangan Pilkada Tabanan saat melaporkan perkembangan terkini terkait perjalanan paslon Panji-Budi yang diusung Golkar dan koalisi, Rabu (25/11/2020) lalu. Foto: gus hendra

DENPASAR – Rapat koordinasi para korwil pemenangan Pilkada 2020 di DPD Partai Golkar Bali, Rabu (25/11/2020) lalu menjadi medium penyemangat partai membidik kemenangan. Salah satunya pesan optimisme dilontarkan Korwil Tabanan, Putu Pidada. “Kita mengincar 56 persen kemenangan. Euforia perubahan lebih besar terjadi sekarang,” sebutnya di hadapan Ketua DPD Partai Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, dan para koleganya tersebut.

Pidada cukup bersemangat menguraikan kondisi terakhir dari pantauan tim di Tabanan. Antara lain Jawir, plesetan dari paslon Jaya Wira, menarget kemenangan 72 persen. Dia menilai target itu sulit tercapai, karena 80 persen masyarakat Tabanan menginginkan perubahan. Sayang, dia tidak merinci data dari mana angka 80 persen itu berasal.

Bacaan Lainnya

Rasa percaya diri mengarungi kontestasi, sebutnya, juga diukur dari tingkat kemudahan mendapat kesempatan kampanye. Pada lima tahun lalu, ujarnya, sangat sulit calon yang diusung Golkar untuk dapat kampanye di Tabanan. Namun, kini paket Panji-Budi biasa berkampanye di mana saja tanpa gangguan.

“Dulu kita tidak bisa kampanye, sekarang biasa. Makanya optimis sekarang Golkar akan punya Bupati di Tabanan,” serunya dengan mimik semringah.

Baca juga :  Pentingnya ''Budaya Cuci Tangan'' Pakai Sabun

Yang menjadi menu jualan kampanye, ulasnya, yakni program electronic budgeting (e-budgeting). Dengan menggunakan teknologi informasi, masyarakat Tabanan mendapat akses untuk melihat bagaimana proses dan untuk apa anggaran yang dirancang Pemkab Tabanan. Kemudian menawarkan e-ticketing untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, dan memajukan kesempatan kerja di Tabanan. “Selama ini pekerja Tabanan susah kerja di Tabanan, banyak yang kerja di Denpasar,” urainya.

Berbeda dengan Tabanan yang bersemangat, laporan Oka Mantara dari Bangli terkesan banyak masalah. Dia menceritakan bagaimana paslon lawan mengumbar proposal ke sejumlah dadia (klan) untuk menarik simpati. Namun, sebagai catatan, bantuan dari proposal itu akan cair jika paslon yang didukung penguasa menang. “Kabarnya proposal yang ke Provinsi tidak akan disetujui kalau paslon sebelah kalah nanti,” keluhnya.

Menyimak laporan masing-masing korwil itu, Sugawa minta mereka tetap bersemangat. Dia menyebut DPD I menyiapkan tim hukum untuk mengantisipasi persoalan yang terjadi saat dan setelah pemungutan suara pada 9 Desember nanti. “Ini anggarannya dari DPD I, bukan kita bebankan ke paslon.  Meski di Badung itu pasti menang, karena paslon tunggal, kita tetap menyiapkan tim hukum,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.