Pandemi Berangsur Membaik, Cok Ace Harap Wisatawan Korsel Berkunjung ke Bali

  • Whatsapp
WAGUB Cok Ace saat menyerahkan cenderamata kepada Konjen Korsel, Moon Young Ju, Senin (22/11/2021). Foto: ist
WAGUB Cok Ace saat menyerahkan cenderamata kepada Konjen Korsel, Moon Young Ju, Senin (22/11/2021). Foto: ist

DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), optimis dengan keberadaan Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Korea Selatan (Korsel) di Bali akan berdampak positif pada tingkat kunjungan wisatawan dari Negeri Gingseng ini. Hal tersebut disampaikan Cok Ace bertemu Konjen Korsel untuk Bali, Moon Young Ju, di Denpasar, Senin (22/11/2021).

Cok Ace menyampaikan selamat bertugas di Bali kepada Moon Young Ju dan berharap ke depannya hubungan kerjasama Bali-Korsel dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, Korsel termasuk dalam kelompok negara Asia yang memberi kontribusi cukup besar pada jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.

Bacaan Lainnya

‘’Pada tahun 2018, jumlah wisatawan Korsel tercatat sebanyak 140 ribu lebih dan pada tahun 2019 meningkat menjadi 240 lebih. Bahkan, di awal tahun 2020 sebelum Bali ditutup karena pandemi, jumlah kunjungan wisatawan Korsel tercatat sebanyak 42.800,’’ katanya.

Mencermati data tersebut, Cok Ace yang juga Ketua BPD PHRI Bali mengatakan, bahwa jumlah kunjungan warga Korsel ke Bali masuk dalam lima besar negara Asia. Ia berharap, setelah situasi pandemi berangsur membaik, warga Korsel kembali berkunjung ke Bali. “Saya berharap bapak Konjen menginformasikan situasi Bali kepada warga Korsel agar mereka tak ragu berkunjung,” pintanya.

Baca juga :  Dewan Bangli Ingatkan Dirut PDAM Tak Masuk Ranah Politik

Dalam kesempatan itu, Cok Ace juga menanyakan kebijakan karantina yang diterapkan bagi wisatawan yang masuk ke Negeri Gingseng. Menjawab pertanyaan itu, Moon menjelaskan bahwa Korsel tidak memberlakukan karantina bagi mereka yang telah memperoleh vaksinasi lengkap.

Mendengar informasi tersebut, Cok Ace menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia saat masih memberlakukan masa karantina selama 3 hari, dan pihaknya sedang mengupayakan agar karantina dihapus untuk mempercepat pemulihan pariwisata Bali. “Kita juga bandingkan dengan destinasi pesaing Bali yang telah memberlakukan zero karantina,” imbuhnya.

Sebelumnya, Konjen Moon Young Ju menyampaikan bahwa dirinya ditugaskan di Pulau Dewata sejak Pemerintah Korea Selatan resmi membuka Kantor Konsulat Jenderal di Bali, Maret 2021 lalu. Ia berharap, keberadaan kantor perwakilan Korsel di Bali berdampak positif pada peningkatan kerjasama bilateral Bali-Korsel, khususnya di bidang pariwisata.

Moon menyebut, Bali masuk tujuh besar destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi oleh Warga Korsel. Ia menambahkan, Bali banyak dipilih warganya yang sedang berbulan madu. “Jika warga Korea mengetahui hubungan kerjasama yang dijalin dengan Bali, saya yakin akan lebih banyak lagi yang tertarik berkunjung ke sini. Dengan demikian, perekonomian Bali bisa pulih dan membaik,” ucapnya. Pada kesempatan itu, Moon juga menyampaikan kecintaannya pada Bali. Untuk pertama kali, ia menginjakkan kaki di Indonesia 20 tahun lalu dan saat ditugaskan di Jakarta, dirinya telah puluhan kali mengunjungi Bali. Pertemuan diakhiri dengan tukar menukar cenderamata. Konjen Moon Young Jae menyerahkan bingkisan berupa ginseng merah, sementara Cok Ace memberikan buah tangan berupa miniatur patung Garuda Wisnu Kencana. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.