Hujan Hanya 30 Menit, Kota Bangli Dikepung Banjir

  • Whatsapp
AIR meluap di seputaran Kota Bangli, persisnya di Jalan Brigjen Ngurah Rai, sebelah timur kantor Bupati Bangli, Senin (22/11/2021). Foto: ist
AIR meluap di seputaran Kota Bangli, persisnya di Jalan Brigjen Ngurah Rai, sebelah timur kantor Bupati Bangli, Senin (22/11/2021). Foto: ist

BANGLI – Hujan deras yang turun, Senin (22/11/2021) menyebabkan air meluap di seputaran Kota Bangli, persisnya di Jalan Brigjen Ngurah Rai, sebelah timur kantor Bupati Bangli. Luberan air diduga akibat tersumbatnya got yang berada di sebelah barat Lapangan Kapten Mudita.

Berdasarkan data yang dihimpun, hujan deras mengguyur Kota Bangli sekitar pukul 13.00 Wita. Hujan mengakibatkan air dari hulu tumpah ke saluran drainase di sebelah timur Bank BNI Bangli menuju ke selatan. Begitu berkumpul di saluran air depan Lapangan Kapten Mudita, air langsung meluap ke jalan raya. Tak pelak, jalan hotmix itu berubah menjadi “sungai” dadakan setinggi lutut orang dewasa.

Bacaan Lainnya

“Kemugkinan ada trotoar jebol di depan Lapangan Kapten Mudita karena dilalui truk pengangkut material ke proyek penataan Lapangan Kapten Mudita. Ini dibiarkan oleh pekerja, sehingga menyumbat pembuangan air ke arah selatan,” tutur warga yang enggan ditulis identitasnya.

Selain membuat “kolam” sementara di depan Lapangan Kapten Mudita, limpahan air got juga menggenangi depan gedung DPRD Bangli ke selatan. Banyak premotor terpaksa menuntun motornya yang mogok setelah nekat menerobos banjir. “Belum ada petugas yang turun tadi,” sambung warga itu. 

Salah seorang pekerja proyek Lapangan Kapten Mudita yang ditemui berkata, air meluber ke jalan memang akibat drainase jebol ketika truk pembawa material melintas di atasnya. Yang jelas kontraktor sudah menangani masalah itu. “Di samping itu, hujannya deras, volume air terlalu besar,” ujar pekerja yang tidak mau menyebut namanya itu.

Baca juga :  “KPU Denpasar Peduli” Sasar Wilayah Parmas Terbaik

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa, yang dimintai tanggapan, membenarkan adanya banjir tersebut. Namun, karena terjadi di saluran drainase dan jalan raya, maka penanganan merupakan ranah Dinas PU. “Kami sudah koordinasikan dengan Dinas PU. Kalau ada rumah warga yang terendam air, untuk evakuasi warga maka itu ranah BPBD,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.