Operasi Gakkum, Sanksi Denda 8 Orang, “Push Up” 20 Orang

  • Whatsapp
TIM gabungan menjaring puluhan warga dalam Operasi Gakkum Perbup Tabanan tentang pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, Senin (28/9/2020). Foto: ist
TIM gabungan menjaring puluhan warga dalam Operasi Gakkum Perbup Tabanan tentang pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan, Senin (28/9/2020). Foto: ist

TABANAN – Puluhan warga terjaring dalam Operasi Penegakan Hukum (Gakkum) Perbup Tabanan No. 44 Tahun 2020 tentang Pendisiplinan Masyarakat terhadap Protokol Kesehatan. Kegiatan yang melibatkan personel gabungan TNI, Polri, Dishub, dan Satpol PP Tabanan itu menyasar ke Desa Peken Belayu, Kecamatan Marga, dan Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Senin (28/9/2020).

Operasi tersebut dipimpin Ksatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba. Dalam gerakan yang berlangsung sekitar satu setengah jam hingga pukul 11.30 Wita itu, tim menemukan sejumlah pelanggaran tentang protokol kesehatan (prokes), terkait upaya pencegahan dan penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Hasil operasi dari kedua lokasi tersebut, kata Sarba, tim menemukan delapan orang tidak memakai masker, dan dikenai sanksi denda Rp100.000 per orang. Sedangkan bagi yang memakai masker namun tidak menggunakan
secara tepat atau sengaja melepas masker saat beraktivitas, dikenai sanksi fisik perupa hukuman melakukan push up.

“Yang kena sanksi denda dengan hasil Rp800.000 hari disetor ke kas daerah. Ada 20 orang yang kena sanksi fisik berupa hukuman untuk melakukan push up di tempat. Rata-rata 15 kali, dan ada juga yang 20 kali push up bagi yang muda-muda,” ujar Sarba.

Baca juga :  Menpora: PON XX di Papua Masih Berjalan Sesuai Rencana

Dia menyebutkan, dalam perkembangan pandemi Covid-19, Tabanan sudah masuk dalam zona merah. “Itu artinya, masyarakat tidah boleh mengabaikan prokes biar terhindar dari Covid-19. Pemerintah minta masyarakat disiplin dan sadar dengan kondisi ini. “Jangan ada yang maboya (meremehkan). Mari kita
bersama-sama secara terpadu untuk memerangi Covid-19 ini. Kalau kita bersatu-padu, pasti semua akan terkendali, sebekum vaksin dan obat itu ditemukan,” tegas Sarba. gap


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.