Open Border Jadi Angin Segar Ekspor Buah, Manggis Bali Diminati di China

  • Whatsapp
PETUGAS sedang mensortir buah manggis Bali yang akan diekspor ke China. Buah manggis Bali dimintai karena memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek, serta tampilan luarnya lebih cantik. Foto: ist

MANGUPURA – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, drh. I Putu Terunanegara, MM., mengatakan, rencana pembukaan penerbangan internasional (open border) ke Bali yang dimulai 14 Oktober menjadi angin segar untuk ekspor komoditas pertanian, khususnya buah segar. Sebab penerbangan langsung akan membuat ekspor buah segar bisa mencapai negara tujuan dengan cepat.

‘’Dari data Iqfast, kegiatan ekspor buah segar seperti manggis sudah mulai terjadi di minggu terakhir bulan September 2021. Rata-rata pengiriman manggis 2-3 ton perhari menuju China. Bahkan sudah sampai 8 ton sehari,’’ ungkap Terunanegara, Minggu (10/10/2021).

Bacaan Lainnya

Dipaparkannya, China menjadi pasar yang menjanjikan bagi buah manggis Bali. Setiap harinya permintaan akan ekspor buah manggis Bali ke China cukup rutin. Hal tersebut dikarenakan buah manggis Bali memiliki daging yang lebih empuk dan tidak lembek, serta tampilan luarnya lebih cantik.

Karantina Pertanian Denpasar terus melakukan pendampingan dari hulu sampai ke hilir, sehingga produk yang dihasilkan petani terjaga kualitasnya dan pasar terus berkelanjutan.

‘’Sekarang musim panen manggis sudah mulai ada di beberapa daerah di Bali. Saya optimis, setelah adanya pembukaan penerbangan langsung di Bandara International I Gusti Ngurah Rai, volume ekspor manggis akan melonjak naik,’’ sebutnya.

Baca juga :  Komisi II DPRD Klungkung Nilai Proyek SDN 1-SDN 3 Nyalian Kurang Bagus, Temukan Pasir Campur Tanah

Humas Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, drh. Ni Kadek Astari, M.Si., menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 ekspor komoditas hasil pertanian di Bali memang disalurkan melalui kargo udara di bandara yang menjadi entry point ke luar negeri dan melalui kontainer di pelabuhan.

Sedangkan komoditas buah segar memang berhenti karena ketiadaan penerbangan langsung. Ditambah faktor cuaca yang membuat proses panen mengalami gangguan. ‘’Jadi selain penerbangan, kendalanya terkait cuaca yang mempengaruhi panen,’’ ujar Astari.

Dia mengakui, China memang menjadi negara yang paling mendominasi tujuan ekspor buah manggis Bali. Sebab selain kualitas, kepercayaan disana meyakini bahwa buah manggis merupakan buah makanan raja. Dengan demikian manggis Bali yang banyak diminati oleh orang di negeri Tirai Bambu.

Jika penerbangan langsung ke China kembali dibuka, dia yakin para eksportir ingin mengirim langsung buah segar dari Bali ke China. Juga akan memberi keuntungan bagi maskapai penerbangan. Dimana ketika balik dari China, pesawat diharapkan membawa wisatawan untuk kembali berlibur ke Bali. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.