Perampokan di Sidembunut Ternyata Rekayasa, Mertua Ngotot Polisikan Pelaku

  • Whatsapp
NI Ketut Rusni, ibu mertua “korban dan pelaku perampokan” saat ditemui terkait rekayasa perampokan oleh menantunya. Foto: gia

BANGLI – Tidak butuh waktu lama, Tim Opsnal Reskrim Polres Bangli akhirnya bisa mengungkap kasus perampokan di Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli. Setelah pendalaman, ternyata kasus perampokan tersebut hanya rekayasa pelapor sendiri untuk mengelabui mertua dan keluarganya.

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Minggu (10/10/2021) mengatakan, untuk mengungkap laporan kasus perampokan itu polisi memeriksa lima saksi. “Korban Ni Kadek Ardiasih juga kami mintai keterangan secara intensif,” katanya.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil penyelidikan pada Jumat (8/10/2021), Tim Opsnal Polres Bangli menemukan beberapa kejanggalan, baik di TKP maupun dari keterangan korban.

Dari keterangan yang disampaikan Kadek Ardiasih selaku pelapor yang mengaku sebagai korban, terdapat banyak kejanggalan. Misalnya hasil visum tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan, alat-alat yang digunakan pelaku berupa sabit, kayu tidak ada penyesuaian di TKP.

Tim Opsnal kemudian curiga korban merekayasa peristiwa pencurian yang dialaminya. Setelah diinterogasi, Ardiasih mengakui pencurian uang dan perhiasan emas milik mertuanya tersebut dilakukan oleh dirinya sendiri. “Namun, yang bersangkutan merekayasa peristiwa tersebut seolah-olah dia adalah korban,” jelas Kapolres.

Berdasarkan kejanggalan tersebut, sambung Kapolres, penyidik mengintensifkan interogasi kepada pelapor. Uang Rp26,36 juta milik mertua ternyata diambil pelapor untuk mengganti tabungan milik mertuanya yang sudah dia gunakan sebelumnya.

Baca juga :  Hari Pertama PTM, Bupati Dana Tinjau Sejumlah Sekolah

Dari hasil pembahasan terhadap fakta-fakta yang ada, urai Kapolres, penyidik menyimpulkan pelapor melanggar tiga pasal yakni pasal 362, 367 atau 220 KUHP, dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Di tempat terpisah, Ni Ketut Rusni didampingi suaminya, I Nyoman Nila, selaku mertua pelapor, mengaku tidak menyangka perbuatan menantunya seperti itu. Dia percaya dan tidak punya rasa curiga, karena semua kebutuhan menantunya sudah dipenuhi.

Dia sadar menantunya tidak bekerja, hanya tinggal di rumah saja. Namun, semua kebutuhan ditanggung bersama anaknya yang bekerja sebagai tukang bangunan.

Disinggung pelapor memiliki satu anak berumur lima tahun yang masih sekolah di TK, Rusni mendaku tetap akan kasus itu lanjut ke proses hukum agar mempunyai efek jera. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.