Objek Wisata di Karangasem Mulai Bergeliat

  • Whatsapp
Foto: I WAYAN KARIASA I Wayan Kariasa. Foto: nad
Foto: I WAYAN KARIASA I Wayan Kariasa. Foto: nad

KARANGASEM – Objek wisata di Karangasem mulai bergeliat sejak dibuka kembali di era baru atau kenormalan baru. Meski masih jauh dari kondisi sebelumnya, namun pengelola objek wisata tetap optimis kunjungan wisatawan akan kembali seperti sediakalanya. Hal itu disampaikan Ketua PD PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, Selasa (4/8).

‘’Menurut laporan yang kami terima ada beberapa DTW yang telah dikunjungi dan itu merupakan DTW yang telah mengantongi sertifikat Tatanan Kehidupan Era Baru atau new normal,’’ ujar Kariasa.

DTW yang sudah mulai dikunjungi di antaranya, Taman Soekasada Ujung, Taman Edelweis, Lempuyang, Taman Tirta Gangga, Besakih dan Bukit Asah. Di antara DTW tersebut semenjak dimulainya kenormalan baru sektor pariwisata yang paling banyak dikunjungi yaitu Lempuyang. ‘’Mungkin para wisatawan menilai tempatnya pada dataran tinggi didukung dengan suasana yang sejak, serta didukung manajemen dan telah memiliki brand,’’ kata Kariasa.

Baca juga :  Gempa dan Pandemi Jadi Ujian UMKM di NTB

Terkait kunjungan wisatawan mancanegara masih belum dipastikan, meskipun nanti Bali membuka kunjungan wisatawan asing. Kemungkinan dari pihak duta besar negara masing masing belum mengizinkan warganya untuk melakukan kunjungan.

Tapi pada Oktober mendatang, sambung Kariasa, akan ada rombongan dari Kanada akan melakukan kunjungan ke Karangasem. Mereka merupakan rombongan yang suka melakukan kegiatan petualang. Mereka suka ke wilayah pegunungan, dan cendrung mencari nuansa alam.

Pemilik Hotel Asyana Candidasa ini menambahkan, dalam pengelolaan sebuah usaha harus dengan marketing yang profesional. Sembari menambahkan di tengah pandemi ini sangat diharapkan pengusaha DTW selalu menyiapkan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, alat pengukur suhu, penyanitasi tangan, dan pastikan pengunjung selalu menggunakan masker ketika masuk ke areal DTW. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.