Metode Gasing Diharap Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Metematika

PENUTUPAN kegiatan pengenalan pembelajaran matematika menggunakan metode Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) yang diselengggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (19/12/2024). Foto: ist
PENUTUPAN kegiatan pengenalan pembelajaran matematika menggunakan metode Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan) yang diselengggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Denpasar Selatan, pada Kamis (19/12/2024). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Setelah berlangsung selama 14 hari dari tanggal 6 Desember 2024, pelatihan pengenalan pembelajaran matematika menggunakan metode Gasing (Gampang, Asyik dan Menyenangkan), yang diselenggarakan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Denpasar Selatan, berakhir pada Kamis (19/12/2024). Kegiatan ditutup Kabid Pembinaan SD Disdikpora Kota Denpasar, I Nyoman Suriawan.

Dalam sambutannya, Suriawan mengapresiasi pelaksanaan pelatihan Gasing yang dilaksanakan K3S Denpasar Selatan. Ia meminta guru-guru yang ikut pelatihan wajib mengimbaskan ke rekan-rekan di sekolah melalui komunitas belajar dan pelatihan Gasing ini dapat dilanjutkan di kecamatan yang lain.

Read More

“kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi guru ke depan untuk bisa menjadi contoh untuk teman-teman semua,” katanya.

Ia mengharapkan dengan adanya metode Gasing dapat memberikan perubahan mindset dalam belajar mengajar, cara belajar, penguasaan skill, serta pemahaman yang lebih baik di dalam Matematika sehingga anak-anak semakin cerdas dan kreatif.

Ketua K3S Kecamatan Denpasar Selatan, I Wayan Wawan Pranata, S.Pd., mengatakan, matematika Gasing merupakan suatu cara belajar matematika dengan lebih gampang, asyik dan menyenangkan yang dilakukan langkah demi langkah untuk mencapai hasil yang diharapkan selama pembelajaran matematika. Dikatakannya, dalam metode gasing, proses pembelajaran matematika dilakukan secara bertahap, setiap langkah disusun sedemikian rupa dan penguasaan materi dibangun dari materi sebelumnya.

Dengan demikian, peserta didik dapat melihat korelasi antara satu konsep dengan konsep lainnya tanpa melupakan konsep yang sudah dipelajari sebelumnya. “Dengan metode ini, peserta didik juga dibiarkan untuk bermain dan bereksplorasi dengan alat peraga sehingga mereka benar-benar dapat mengetahui konsep yang sedang dipelajari. Sehingga mereka dapat memahami hal-hal abstrak melalui hal konkrit agar lebih mudah dipahami,” katanya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.