Menhan Prabowo Minta Panglima Kerahkan Pesawat Ambil Alkes COVID-19 di China

  • Whatsapp
DOKUMEN - Menhan Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat pembekalan kepada siswa-siswa SMA Taruna Nusantara Magelang, Jawa Tengah, Jumat (7/2/2020). (foto antaranews).

”Satu atau dua hari ini pesawat berangkat untuk mengambil alat kesehatan di Shanghai”.

JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengerahkan pesawat milik TNI guna mengambil alat-alat kesehatan yang berkaitan dengan pencegahan dan penanganan wabah Virus Corona jenis baru, COVID-19, di Shanghai, China.

Bacaan Lainnya

“Ini untuk mempermudah proses birokrasi G to G yang cepat dibandingkan dengan penggunaan fasilitas lainnya,” kata Juru Bicara Menteri Pertahanan RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Permintaan itu tertuang dalam Surat Menhan Prabowo Subianto dengan Nomor: B/667/M/III/2020 tertanggal 18 Maret 2020 yang ditujukan kepada Panglima TNI perihal pengambilan alat kesehatan.

Langkah itu dilakukan berdasarkan Rapat Terbatas Pimpinan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 16 Maret lalu, dan koordinasi Wamenhan dengan Kantor Staf Presiden pada 17 Maret 2020.

Hal itu juga dapat membantu Tim Gugus Tugas COVID-19 dalam penanganan Virus Corona seperti yang diperintahkan Presiden Joko Widodo. Saat ini, kata dia, masih dalam persiapan yang dilakukan oleh TNI. “Satu atau dua hari ini pesawat berangkat untuk mengambil alat kesehatan di Shanghai,” kata Dahnil, seperti dilansir dari antaranews.

Alat-alat kesehatan yang diambil di Shanghai, China itu berupa Disposable Masks, n95 Masks, Protective Clothing, googles, gloves, shoe covers, infrared thermometer dan surgical caps.

Baca juga :  Menlu Retno: China Sebut Larung 3 Jenazah ABK WNI Sesuai ILO

“Alat kesehatan ini nantinya dipersiapkan bisa digunakan oleh tim medis Kemhan dan TNI untuk membantu Gugus Tugas COVID-19 dan para dokter yang sudah berjuang di lapangan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19),” ujar Dahnil. (yes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.