Mengenal Lebih Dekat Industri MICE

  • Whatsapp
FOTO BERSAMA - Sejumlah peserta MICE di Bali

Oleh Ketut Jaman, Direktur Utama PT Melali MICE

HAMPIR setiap hari kita mendengar berbagai kalangan mengatakan wisata MICE, namun banyak di antara kita belum mengetahui secara persis perbedaan wisata MICE dengan wisata pelesiran atau berlibur, ada juga yang menyebut wisata rekreasi yang dalam bahasa Inggris disebut “Leisure”.

Bacaan Lainnya

MICE merupakan akronim dari Meeting (pertemuan), Incentive (perjalanan wisata atau pertemuan yang dibiayai perusahaan), Convention (konferensi atau kongres), dan Exhibition (pameran). Secara garis besar karakteristik wisata MICE dapat dikenali sebagai berikut.

Pertama, tujuan kunjungan ke sebuah destinasi untuk jejaring bisnis dan berbagi informasi; edukasi dan sertifikasi; tukar-menukar pengalaman; dan membuat kesepakatan tertentu sesama peserta.

Kedua, alasan utama pemilihan destinasi MICE, antara lain, tersedianya infrastruktur dan fasilitas MICE berkualitas internasional; tersedianya konektifitas penerbangan dari berbagai negara/kota; tersedianya barang/jasa dengan harga wajar; dan tersedianya sumberdaya manusia bidang MICE profesional.

Ketiga, pemilihan destinasi MICE diputuskan oleh perencana pertemuan (meeting planner), penyelenggara MICE (professional convention/exhibition organizer), pemerintah, organisasi, asosiasi dan korporasi.

Keempat, penyedia jasa utama MICE meliputi: convention / exhibition center; penyedia tempat jamuan (venue); penyedia akomodasi; Professional Convention Organizer (PCO), Destination Management Company (DMC), Event Management Company (EMC); Event Production Company (EPC).

Baca juga :  Tata Wajah Kota Gianyar, Bupati Mahayastra Siapkan Rp 22 Miliar

Kelima, pendekatan pemasaran MICE meliputi: pelelangan (memasukkan penawaran guna mendapatkan konvensi/pameran internasional diselenggarakan di kota tertentu); melobi instansi pemerintah dan badan perdagangan; dan berjualan langsung ke berbagai organisasi, asosiasi dan korporasi internasional.

Keenam, kebanyakan peserta atau delegasi yang menghadiri kegiatan MICE dibiayai instansi tempatnya bekerja dan tidak dari kantong sendiri.

Ketujuh, jadwal kegiatan MICE direncanakan jauh hari sebelumnya, mulai dari 1 tahun hingga 4 tahun sebelumnya. Jadi, bukan merupakan kegiatan yang dadakan.

Kedelapan, kebanyakan kegiatan MICE melibatkan unsur pemerintah daerah setempat dan penyelenggaranya wajib melaporkan rencana kegiatan kepada kepolisian setempat.

Kesembilan, delegasi kegiatan MICE umumnya menginap di hotel bintang 4/5 selama 4-5 malam yang lokasinya dekat dengan tempat kegiatan (convention center).

Masih banyak ciri-ciri wisata MICE lainnya yang dapat diidentifikasi untuk membesakannya dengan wisata Leisure atau wisatawan pada umumnya. Namun karakteristik di atas cukup memadai untuk membedakannya dengan wisata pelesiran atau “holiday”.

Pada edisi berikutnya saya akan bercerita tentang potensi Bali sebagai destinasi MICE. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.