GIANYAR – Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pengelola pasar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar melakukan pembinaan aparatur pasar, Rabu (25/11/2020) di Desa Tulikup. Pembinaan serta perbaikan manajemen pasar dilakukan, menyusul masifnya pembangunan pasar rakyat yang dilakukan Pemkab Gianyar.
Kepala Disperindag Gianyar, Luh Gede Eka Suary, mengatakan, pembinaan tersebut diharap mampu memberi wawasan baru bagi aparatur pengelola pasar yang dimiliki Pemkab Gianyar. Dengan begitu, sebutnya, dapat memaksimalkan peran aparatur pengelola pasar dalam meningkatkan pelayanan kepada pembeli maupun pedagang. Perbaikan manajemen maupun peningkatan kapasitas aparatur pasar, di samping revitalisasi pasar, diharap mampu mengikis kesan kotor dan kumuh pasar rakyat.
“Pasar rakyat yang terkesan kotor dan kumuh nantinya bisa lebih bersih dan tertata, dengan SDM yang lebih tahu tupoksi masing-masing. Jadi, tercipta pasar rakyat yang nyaman, asri, dan aman untuk warga,” paparnya.
Pembinaan kepada aparatur pasar, sambungnya, juga untuk mempersiapkan SDM pengelola pasar menjelang beroperasinya Pasar Seni Sukawati Blok A dan B. Serah-terima atau Provisional Hand Over (PHO) Pasar Seni Sukawati dilakukan bulan Desember 2020.
Selain pembinaan aparatur pasar, Pemkab Gianyar sejak tahun 2018 juga membangun sejumlah pasar yang dikelola desa maupun Pemkab. Pembangunan pasar menjadi salah satu fokus pembangunan yang dilakukan Pemkab.
Suary menambahkan, Pasar Sukawati blok A dan B dibangun dengan dana Rp 77 miliar, Pasar Gianyar dibangun melalui APBD Gianyar dengan pagu anggaran Rp250 miliar, Pasar Sukawati blok C dibangun dengan dana APBN senilai Rp75 miliar, dan Pasar Blahbatuh dibangun dengan Dana Tugas Perbantuan Kementerian Perdagangan RI senilai Rp1,4 miliar. adi
























