KARANGASEM – Kondisi jalan miring, ditambah minim pemeliharaan, serta menjadi jalur perlintasan angkutan galian C, disinyalir menjadi faktor penyebab rusaknya ruas jalan utama menuju Pura Pasar Agung, Sebudi, Selat, Karangasem. Hal itu diutarakan Kabid Bina Marga PU Provinsi Bali, Putu Suarjana, saat memantau proses perbaikan jalan rusak di depan Pasar Selat, Rabu (25/11/2020).
Dia memaparkan, sesuai ketentuan, setiap ruas jalan idealnya lima tahun sekali harus ditingkatkan, dan setiap satu tahun sekali mendapat pemeliharaan. Hanya, lagi-lagi karena terbatasnya anggaran, melakukan peningkatan maupun pemeliharaan jalan tidak bisa dilaksanakan sesuai dengan yang direncanakan. Kata dia, sebenarnya perbaikan jalur ini tahun 2019 sudah dianggarkan sepanjang 3,5 kilometer. Sayang, karena pandemi Corona, anggaran terpaksa dipotong, dan yang tersisa hanya anggaran pemeliharaan.
“Pada tahun ini kami hanya akan melakukan perbaikan dengan anggaran pemeliharaan. Mudah-mudahan kami bisa perbaiki yang rusak berat dulu semaksimal mungkin dengan swakelola,” sebutnya.
Selain karena minimnya pemeliharaan, salah satu faktor penyebab cepat rusaknya jalan ini karena menjadi jalur angkutan galian C. Dengan beban cukup berat ditambah kondisi jalan cukup miring, jelasnya, akan membuat aspal menjadi bergerak. Kemudian terjadi aspal melipat dan penurunan jalan. Kondisi tersebut dinilai harus benar-benar mendapat penanganan secara rutin. Suarjana menambahkan, instansinya telah mengusulkan perbaikan jalan ini pada tahun 2021. “Kami berharap semoga dengan keterbatasan anggaran yang ada usulan tersebut bisa masuk ke dalam APBD tahun 2021,” tandasnya. nad
























