Mantan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti Ditetapkan KPK Jadi Tersangka, Langsung Ditahan

MANTAN Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, mengenakan rompi orange dengan tangan diborgol saat memasuki gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022). Foto: net

JAKARTA – KPK menetapkan mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti sebagai tersangka dengan tindak pidana korupsi pengurusan dana insentif daerah (DID) Kabupaten Tabanan Bali tahun 2018. Eka Wiryastuti langsung ditahan KPK di rutan Polda Metro Jaya.

Memasuki gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022), Eka Wiryastuti tampak mengenakan rompi orange, khas tersangka KPK. Ia juga tampak diborgol dibawa ke ruangan konferensi pers dari ruang pemeriksaan penyidik.

Bacaan Lainnya

Eka Wiryastuti ditetapkan menjadi tersangka kasus DID Kabupaten Tabanan bersama I Dewa Nyoman Wiratmaja. Wiratmaja yang saat itu sebagai staf khusus bidang ekonomi dan pembangunan juga terlihat memakai rompi orange KPK.

Keduanya sempat ‘dipajang” saat konferensi pers yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube KPK. Dengan membelakangi kamera, tampak Bupati Tabanan dua periode itu tertuduk lesu.

Sebelum diumumkan secara resmi, KPK sempat mendalami kasus ini. Berbagai tindakan hukum dilakukan termasuk menggeledah beberapa lokasi di Tabanan.

Penggeledahan ini merupakan pengembangan penyidikan korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan, tahun anggaran 2018—saat Eka menjadi bupati.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri sebelumnya mengakui Tim Penyidik KPK pada Rabu (27/10/2021) telah selesai melakukan penggeledahan di Kabupaten Tabanan.

Baca juga :  Usai Lawan Bosnia-Herzegovina, Elkan dan Witan Tinggalkan TC Timnas U-19

Penggeledahan sebagai upaya paksa tersebut merupakan rangkaian kegiatan penyidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji pengurusan DID Kabupaten Tabanan tahun anggaran 2018.

Ali mengatakan penggeledahan itu dilakukan penyidik KPK di kantor Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ada beberapa kantor dinas yang digeledah, antara lain kantor Dinas PUPR, kantor Bapelitbang, kantor Badan Keuangan Daerah Tabanan, hingga kantor DPRD.

Beberapa bulan lalu, KPK juga sempat menelusuri dokumen terkait kasus ini di Pemkot Denpasar. Saat itu terkuak Eka Wiryastuti sudah berstatus tersangka.

Dilansir posmerdeka.com dari detik.com, dalam kasus ini, mantan pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo juga didakwa menerima gratifikasi.

Penerimaan itu berkaitan dengan jasa Yaya Purnomo yang menjanjikan sejumlah daerah untuk mendapatkan alokasi anggaran di Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah (DID) APBN tahun 2018, termasuk di Kabupaten Tabanan.

“Terdakwa telah melakukan beberapa perbuatan yang berdiri sendiri-sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan menerima gratifikasi berupa uang seluruhnya Rp 3,7 miliar, USD 53.200, dan SGD 325.000 yang berhubungan dengan jabatan dan yang berlawanan dengan kewajibannya atau tugasnya,” ucap jaksa saat membacakan dakwaan bagi Yaya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Bila dirupiahkan, total gratifikasi yang diterima hampir Rp8 miliar atau kurang-lebih Rp7,993 miliar dengan kurs saat ini. Rinciannya, Rp 3,7 miliar ditambah Rp 793 juta (USD 53.200) ditambah Rp 3,5 miliar (SGD 325 ribu).

Baca juga :  Soal Sampah Medis, Diskes-DLH Gianyar Saling Lempar Tanggung Jawab

Saat itu, Yaya menjabat Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu. Yaya saat itu juga mengajak Rifa Surya selaku pegawai Kemenkeu dalam beraksi. gre/dbs

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.