Maha Gangga Valey, Objek Melejit Kala Pandemi

  • Whatsapp
OBJEK wisata Maha Gangga Valley di Desa Ababi, Kecamatan Rendang. Foto: nad
OBJEK wisata Maha Gangga Valley di Desa Ababi, Kecamatan Rendang. Foto: nad

KARANGASEM – Tatkala dunia pariwisata secara umum lesu darah dibayang-bayangi pandemi Covid-19, semangat tinggi justru hinggap di pengelola tempat wisata Maha Gangga Valley. Objek wisata di Desa Ababi, Kecamatan Rendang, Karangasem ini justru baru saja digarap. Meski baru selesai sekira 90 persen, tapi pengunjung yang datang relative menjanjikan, dengan mayoritas tamu domestik.

Pada hari libur, setiap hari antara 100 sampai 200 orang melancong ke sini. “Ini karena kami optimis, kami yakin akan berjalan baik karena ini juga demi memajukan desa kami,” seru I Made Dipta, humas Maha Gangga Valley, dengan nada semringah saat ditemui, Senin (2/11/2020). 

Bacaan Lainnya

Tidak mau tempatnya menjadi klaster baru Corona, dia mendaku tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pengunjung dan pengelola tetap aman. Dituturkan Dipta, objek wisata ini dibangun dengan konsep kembali ke alam dan masa lampau. Bangunannya juga sangat ramah lingkungan, dengan bahan baku yang tidak akan merusak alam.

“Kami bangun ini kerjasama dengan desa, tempat ini didedikasikan oleh pemilik untuk desanya. Semua demi pembangunan dan kemajuan Desa Ababi, terutama untuk para petaninya,” terang Dipta. 

Baca juga :  Masih Didominasi TL, Positif Covid-19 di Bali Bertambah 35 Orang, Bangli Penyumbang Terbanyak

Pemilik aset lahan ini bernama I Wayan Sedana, tapi akrab dipanggil I Wayan Gomboh, warga Desa Ababi yang mencintai seni. Dia juga yang mendesain sendiri objek wisata ini.

Keunikan Maha Gangga Valley, kata Dipta, yakni dikonsep dapat berdampingan dengan para petani. Sebab, petani masih menggarap lahan dan bertani dalam zona objek wisata yang banyak dibangun titik berfoto di sekelilingnya. Dia menegaskan, meski lahan untuk objek wisata itu dikontrak, petani masih bisa menggarap sawah dan hasilnya pun 100 persen untuk mereka. Pengelola juga akan membantu apapun yang menjadi kebutuhan petani tersebut.

“Untuk sekarang, karena situasi masih seperti ini, kami bantu pupuk urea dan kompos setiap kali panen. Kami bahkan siapkan traktor agar para petani ini tidak perlu lagi menyewa traktor,” ulasnya.

Kehadiran objek wisata Maha Gangga Valley diharap dapat menyejahterakan para petani dan masyarakat Ababi. Dalam pandangannya, pemandangan alam merupakan anugerah Tuhan untuk Desa Ababi. Karena itu, pendapatan dari Maha Gangga Valey dibagi secara proporsional untuk Desa Ababi.

Tidak hanya berfoto-foto saja, fasilitas wisata yang disiapkan di lahan seluas empat hektar ini yakni trekking, camping atau berkemah, restoran dan juga sungai alami dari mata air Eha. Sungai ini akan menjadi ikon Maha Gangga Valley. Jika situasi benar-benar kembali norma, Dipta berharap dapat menggaet pengunjung lebih banyak lagi. Dia menarget wisatawan internasional yang datang ke Lempuyang ikut “mencicipi” panorama Maha Gangga Valey.

Baca juga :  Ditengah Wabah COVID-19, Bea Cukai Ngurah Rai tetap Layani Masyarakat

“Setelah pandemi, dan ketika pembangunan ini sudah selesai 100 persen, kami akan siap untuk mengurus izinnya,” kata dia menandaskan. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.