Made Sudiana, Terpilih Kembali sebagai Ketua Umum PBMM Pusat

  • Whatsapp
WAGUB Cok Ace foto bersama dengan pimpinan PBMM Pusat, setelah membuka Mahasaba dengan memukul kentongan. Foto: nar
WAGUB Cok Ace foto bersama dengan pimpinan PBMM Pusat, setelah membuka Mahasaba dengan memukul kentongan. Foto: nar

GIANYAR – Made Sudiana, yang juga anggota DPRD Gianyar untuk keduakalinya terpilih lagi sebagai Ketua Umum Pesemetonan Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Pusat, dalam Mahasaba V organisasi  tersebut di Wantilan Pura Samuan Tiga Gianyar, Minggu (22/11/2020).

Mahasaba sebelumnya dibuka Wagub Bali, Cok Ace, mewakili Gubernur Bali, Wayan Koster. Hadir juga dalam pembukaan sejumlah pejabat di Gianyar, sejumlah tokoh puri dan geria dan sulinggih dari kalangan PBMM.

Bacaan Lainnya

Made Sudiana sebagai Ketua Umum (Ketum); didampingi Wayan Sutarja sebagai Wakil Ketua I, yang sebelumnya menjadi saingan dalam perebutan pucuk pimpinan PBMM. Sekretaris Jendral ditetapkan kembali Nyoman Astina.

Mahasaba V PBMM diikuti lebih dari 400 orang peserta dari seluruh Bali, utusan PBMM Lampung, Kendari, Palu, NTB dan sejumlah daerah lain di Nusantara.

Wagub Cok Ace dalam sambutannya mengharapkan PBMM ikut membantu pembangunan Bali sesuai dengan visi misi Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Wagub asal Puri Agung Ubud itu mengharapkan, organisasi pesemetonan (klen) di Bali diharapkan terus berkembang ikut membangun kesadaran Umat Hindu dalam kehidupan beragama yang baik dan benar.

Sebelumnya Ketua Umum PBMM Made Sudiana asal Mas Ubud itu melaporkan perkembangan organisasinya tersebut, yang kini sudah menjalar ke berbagai provinsi di Nusantara.

Baca juga :  Gubernur Zulkieflimansyah Temui Ridwan Kamil, NTB Siap Gandeng Jabar Kembangkan Industri Kreatif

Ia mengharapkan PBMM akan selalu berpartisipasi terhadap pembangunan daerahnya masing-masing, baik menyangkut ekonomi, politik dan sosial budaya.

Mahasabha V PBMM yang berlangsung sehari Minggu itu berjalan dengan dinamis. Banyak interupsi muncul selama persidangan, namun tetap dalam semangat kekeluargaan, sebab peserta semua merasa menyama, ibaratnya saudara kandung.

Begitu ada perbedaan pendapat, langsung jargonnya, irage menyama (kita bersaudara) – jangan keras-keras.

Dengan gaya begitu, sidang dapat berjalan lancar sehingga sebelum pukul 16.00, Ketua Umum dapat terpilih selain menetapkan program kerja selama lima tahun ke depan.

Mahasaba ini dilakukan dalam suasana Covid-19, sehingga dijalankan protokol kesehatan dengan ketat. 021

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.