Pandemi Covid-19, Tak Halangi Siswa SMK PGRI 2 Badung Meraih Prestasi

  • Whatsapp
KEPALA SMK PGRI 2 Badung, I Gusti Ketut Sukadana. Foto: tra
KEPALA SMK PGRI 2 Badung, I Gusti Ketut Sukadana. Foto: tra

MANGUPURA – Siswa-siswi SMK PGRI 2 Badung tetap semangat meraih prestasi di tengah wabah pandemi Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan berhasilnya siswa SMK PGRI 2 Badung meraih prestasi peringkat tujuh kompetensi nasional Kihajar STEM jenjang SMK. Prestasi itu diukir I Gede Verdian Arya Pranata.

Kepala SMK PGRI 2 Badung, Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd., dengan senyum mengembang menyebut bangga dengan prestasi yang diraih anak didiknya, terlebih dalam situasi Corona. Ia menuturkan, Kihajar STEM merupakan wadah eksplorasi siswa melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi berbasis Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) yang tahun ini dilaksanakan secara daring.

Bacaan Lainnya

Sukadana mengungkapkan, prestasi tingkat nasional yang diraih siswanya merupakan suatu pembuktian bahwa, mereka memiliki semangat pantang menyerah dalam meraih prestasi. ‘’Kami bangga dengan apa yang telah dicapai siswa, khususnya selama masa pandemi ini. Keterbatasan bukan menjadi alasan bagi mereka untuk tidak meraih prestasi,” tegasnya, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya sebagai sekolah swasta favorit di Badung, SMK PGRI 2 Badung akan terus mendukung siswa siswinya untuk turut berkontribusi dan berprestasi dalam berbagai event baik lokal maupun nasional bahkan tingkat Internasional. ”Bagi siswa lainnya semoga ini dapat menjadi pendorong untuk terus berpacu dalam meraih prestasi, siapapun siswa-siswi SMK PGRI 2 Badung memiliki kesempatan untuk meraih prestasi, tinggal bagaiman mereka mengembangkan potensi yang mereka miliki dan dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujarnya.

Baca juga :  Hujan Dua Hari Hadirkan Bencana Alam di Gianyar

SMK PGRI 2 Badung, kata Sukadana, selama pandemi Covid-19 ini taat dalam pembelajaran dari rumah. Tak lupa, aktivitas spritual siswa seperti melaksanakan Try Sandya dan persembahyangan di rumah masing-masing tetap ditekankan.

Sukadana mengatakan, program ini dikaitkan dengan kampanye BNPB yakni Aman, Iman dan Imun dilanjutkan dengan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Artinya, siswa disiplin menerapkan prokes dan tak lupa pendidikan karakter.

‘’Kita bersama memperkuat iman dan imun agar aman dari Corona. Dengan iman dan imun yang kuat, siswa bisa belajar dengan baik. Ditambahkan lagi dengan prokes 3M membuat kita sehat dan bisa beraktivitas tanpa tertular Covid-19,’’ sebutnya.

Sekolah di Jalan I Gusti Ngurah Rai No. 2A, Br. Delod Bale Agung, Mengwi, Badung ini juga dikenal menerapkan prokes Covid-19 secara ketat. Sekolah dengan tiga program keahlian yakni Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan serta Multimedia ini, ketika pembelajaran produktif, siswa wajib melakukan PBM tatap muka secara terbatas. Kegiatan praktik dibagi dalam tiga sif dan tiap sif hanya diikuti 10 siswa. Di samping itu, siswa wajib mendapat izin dari orangtuanya.

‘’Pembelajaran normatif dan adaktif tetap dilaksanakan secara daring,’’ jelasnya, sembari menyebut pihak sekolah juga membantu biaya pulsa internet Rp50 ribu tiap siswa/bulan. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.