JEMBRANA – Penambahan kasus positif Covid-19 di Jembrana masih terjadi. Dalam kurun waktu sepekan, Satgas Covid-19 Jembrana mencatat kasus positif Corona bertambah 107 orang.
Humas Satgas Covid-19 Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, senin (30/11/2020) mengatakan, kasus meningkat karena berbagai faktor. Pertama ada penurunan disiplin masyarakat dalam menerapkan 3M sehingga penularan masih terjadi. Kedua, potensi penularan dari berbagai kegaiatan dimasyarakat seperti adat, agama dan sosial.
Ia bilang, kegiatan itu melibatkan banyak orang sehingga sulit dalam menerapkan jarak aman dan potensial menimbulkan penularan. ‘’Kalau kita lihat dari data seminggu ini ada lonjakan kasus, meskipun dibarengi juga dengan tingkat kesembuhan yang tinggi. Ini menandakan penularan virus masih terjadi jika protokol kesehatan utamanya penerapan 3M tidak secara ketat dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut, Arisantha mengatakan, kondisi Jembrana yang awalnya masuk di zona kuning, bisa saja berubah kembali statusnya. “Ada kemungkinan berubah kembali dari kuning ke zona orange sebagai indikator daerah penularan Covid-19. Tim dari pusat (Satgas penanganan Covid-19 Pusat) tiap minggu melakukan evaluasi perkembangan Covid-19 di masing-masing daerah. Ada analisa dari beberapa indikator. Tidak hanya penambahan jumlah kasus positif, tapi juga melihat angka kesembuhan, termasuk jumlah test yang dilakukan,’’ Jelasnya.
Untuk itu, Satgas Covid-19 Jembrana tidak pernah lelah mengimbau masyarakat jangan kendor menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun). Pasalnya, tingkat penularan masih mungkin terjadi saat pandemi berlangsung selama vaksin belum ditemukan. “Protokol 3M itu hendaknya tetap dilakukan di manapun dalam setiap aktivitas serta tidak boleh lengah. Tetap komunikasikan kepada satgas di daerah apabila ada kegiatan yang berpotensi mengundang banyak orang,’’ tandasnya. man
























