Legislatif Pertanyakan Perbaikan Jaringan PDAM di Nusa Penida

  • Whatsapp
I Wayan Misna membacakan Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Klungkung, Senin (9/11/2020). Foto: ist
I Wayan Misna membacakan Pandangan Umum Fraksi PDIP DPRD Klungkung, Senin (9/11/2020). Foto: ist

KLUNGKUNG – Fraksi PDIP DPRD Klungkung, yang diketuai Sang Nyoman Putrayasa, menilai Pemkab Klungkung belum memiliki kesiapan terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan rencana perbaikan jaringan PDAM di Nusa Penida dan Klungkung daratan. Rencana itu diminta dikaji ulang Dinas PUPR-KIM.

“Sejauh mana kesiapan PDAM yang belum adanya rencana bisnis, dan itu artinya PDAM belum punyai kesiapan,” seru Misna saat membacakan Pandangan Umum Fraksi PDIP, Senin (9/11/2020) dalam membahas Ranperda tentang APBD Klungkung 2021.

Bacaan Lainnya

Misna mengharap program PEN ini dikaji komprehensif, sehingga tidak menimbulkan permasalahan. Sebab, belum jelas antara Permenkeu dan PP Nomor 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah. Bila merujuk Permenkeu Nomor 43/105 pada Nota Pengantar Bupati, Klungkung belum merupakan daerah darurat Covid-19. Dalam pemulihan ekonomi, Klungkung juga belum ada indikator untuk pemulihan ekonomi dimaksud. Fraksinya menilai belum perlu dilaksanakan, terlebih jika hanya untuk menutupi Silpa tahun 2021.

Fraksi PDIP juga menyebut PDAM belum melakukan pelayanan prima, padahal tahun anggaran sebelumnya menerima dana penyertaan modal. Untuk itu, rencana perbaikan jaringan PDAM di Nusa Penida dan Klungkung daratan dinilai belum ada kesiapan.

Baca juga :  Alokasi Anggaran DPRD Klungkung Diminta Fokus ke Pembelian APD

Ketua Fraksi Partai Hanura, Putu Sri Handayani, mengungkapkan, PDAM yang tidak mampu memberi pelayanan sesuai hak dan kewajiban pelanggan merupakan masalah klasik. Pelanggan PDAM Klungkung dirasa sangat toleran dengan terhambatnya pelayanan karena menurunnya daya listrik, pompa rusak, atau karena pipa putus akibat bencana. Namun, dalam kondisi tidak ada masalah seperti disebutkan itu pelanggan tetap tidak terlayani maksimal. Air baru mengalir pukul 12. malam.

“Kami sangat sering menerima laporan masyarakat. Pertanyaannya, apakah yang terjadi pada PDAM kita? Mohon penjelasan Saudara Bupati?” kata I Nyoman Mujana saat membacakan Pandangan Umum Fraksi Hanura.

Mengenai pinjaman PEN yang merupakan pinjaman khusus di daerah akibat pandemi Covid-19, Fraksi Hanura mempertanyakan dari 3 sektor yang direncanakan, khususnya pembangunan jaringan air minum di Nusa Penida dalam rangka penyediaan air bersih 100 persen. Alasannya, dalam berita yang berkembang, masyarakat Nusa Penida tidak terlayani air bukan jaringan. Ini berarti kebutuhan sumber air dan distribusi sumber air belum maksimal digali dan diupayakan PDAM.

“Mohon penjelasan Saudara Bupati, kenapa lebih memprioritaskan jaringan daripada mengoptimalkan potensi sumber mata air?” kejar Mujana dengan nada tegas. 022

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.