DPRD Gianyar Bahas 11 Ranperda, Target Selesai Akhir 2020

  • Whatsapp
KOMISI 4 atau Pansus D membahas sejumlah Raperda dengan instansi terkait. Foto: adi
KOMISI 4 atau Pansus D membahas sejumlah Raperda dengan instansi terkait. Foto: adi

GIANYAR – Pandemi Covid-19 tak membuat DPRD Gianyar mengurangi kegiatan. Sejak awal November 2020, parlemen membahas 11 ranperda dengan target sebelum akhir tahun ini semua ranperda itu bisa ditetapkan menjadi perda, dan dieksekusi tahun 2021. Hal itu diutarakan Sekretaris DPRD Gianyar, Wayan Kujus Pawitra, Senin (9/11/2020).

11 ranperda tersebut antara lain Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Gianyar Nomor 5 Tahun 2016 tentang Susunan dan Organisasi Perangkat Daerah, Ranperda tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gianyar, Ranperda tentang Perubahan Kedua Atas Perda Kabupaten Gianyar Nomor 8 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, dan Ranperda tentang Perda kab Gianyar tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan / Kebersihan. Empat komisi membahas ranperda tersebut sejak pekan lalu.

Bacaan Lainnya

Khusus Senin kemarin, Komisi IV (Pansus D) membahas Ranperda tentang Perubahan Kedua Atas Perda Gianyar Nomor 8 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Satu lagi, Ranperda tentang Perda Gianyar tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan/ Kebersihan. 

Baca juga :  [Fenomena Ekonomi] Tuak, Arak dan Berem

Selain itu, Komisi II membahas Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Gianyar Tahun 2018 – 2023. Juga Ranperda tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan; dan Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Gianyar Nomor 5 Tahun 2016 tentang Susunan dan Organisasi Perangkat Daerah.

Kepala Bagian Hukum Setda Gianyar, I Ketut Sedana, mengatakan, draf 11 ranperda yang diajukan sesuai bahasan dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali dan kajian akademis. 11 ranperda itu tidak mengurangi substansi materi perda sebelumnya. Khusus draf Ranperda tentang Tempat Rekreasi dan Olahraga, hanya menambah dua objek wisata yakni Goa Garga, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring; dan Pura Mengening di Desa/Kecamatan Tampaksiring.  

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, AA Gde Putrawan, menyebut perubahan Ranperda tentang Retribusi Tempat Rekreasi ini terjadi hanya di pasal 7 dengan tambahan dua objek wisata baru tersebut. Dua objek ini digarap dengan kerjasama Pemkab Gianyar dengan desa adat masing-masing. Perbandingan pendapatan 30 persen untuk desa adat dan 70 persen untuk Pemkab. ‘’Investasi untuk menjadikan ini sebagai objek wisata tentu tak kecil, dan perlu waktu panjang,” urainya.

Ketua Komisi 4 sekaligus Ketua Pansus D, Ni Made Ratnadi, mengharap Dinas Pariwisata kreatif dan inovatif, terutama menggali potensi wisata baru dan mempromosikannya. ‘’Gianyar punya potensi wisata tak kalah dengan tempat-tempat lain yang telah terkenal, asalkan Dinas Pariwisata mau kreatif,” jelasnya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.